kumparan
19 Okt 2017 11:57 WIB

Kronologi Pembunuhan Ketua DPRD Kolaka Utara oleh Istrinya

Ilustrasi Pembunuhan. (Foto: Muhammad Faisal Nu'man/kumparan)
Ketua DPRD Kolaka Utara di Provinsi SulawesiTenggara, Musakkir Sarira, tewas dibunuh istrinya yang berinisial AE menggunakan pisau dapur. Belum diketahui apa motif pembunuhan tersebut.
ADVERTISEMENT
Kapolres Kolaka Utara AKBP Bambang Satriawan menjelaskan, keterangan pelaku dan saksi berbeda-beda, sehingga ia belum dapat menyimpulkan motif pembunuhan terhadap politisi PDIP tersebut.
"Keterangan tersangka (AE) berbeda dengan saksi. Namun tersangka sudah mengakui perbuatannya," ujar Bambang saat dikonfirmasi kumparan (kumparan.com), Kamis (19/10).
Berikut kronologi tewasnya Musakkir yang juga dikenal sebagai politikus PDIP tersebut:
Selasa (17/10) pukul 22.00-23.00 Wita
- Saksi yang merupakan salah satu penjaga rumah dinas Ketua DPRD Kolaka Utara, melihat Musakkir duduk di meja sambil memegangi perut bagian atas yang berlumuran darah.
- Saksi bersama Satpol PP dan istri, AE, membawa Musakkir ke RS Kolaka Utara.
- Karena keterbatasan peralatan medis, RS Kolaka Utara merujuk Musakkir ke RS Benyamin Guluh Kolaka.
ADVERTISEMENT
Rabu (18/10) pukul 16.30 Wita
- Musakkir dinyatakan meninggal dunia di RS Benyamin Guluh Kolaka
Kamis (19/10)
- Hasil autopsi yang dilakukan tim dokter dari RS Bhayangkara Kendari, Musakkir tewas karena menderita luka tusuk. Di tubuhnya ditemukan luka tusuk selebar 1,9 cm dengan kedalaman lebih dari 4 cm di antara perut dan dada.
- Polisi memeriksa 5 orang saksi yakni AE, penjaga rumah korban, sopir korban, anggota Satpol PP, dan dokter yang sempat merawat Musakkir.
- Menetapkan AE sebagai tersangka.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan