kumparan
13 Agu 2019 16:08 WIB

KSAD: Kondisi Enzo Bagus Sekali, Tak Dengar Keriuhan Polemiknya

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa memberikan keterangan terkait polemik taruna Akademi Militer (Akmil) Enzo Zenz Allie. Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
TNI Angkatan Darat (AD) mempertahankan Enzo Zenz Allie, seorang taruna Akademi Militer (Akmil) keturunan Prancis yang sempat dihebohkan karena membawa bendera bertuliskan tauhid. Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa mengungkapkan saat ini Enzo dalam kondisi yang baik dan tidak mengetahui soal heboh pemberitaan dirinya.
ADVERTISEMENT
"Enzo dan taruna Akmil yang kami lakukan penilaian tambahan kemarin mereka dalam kondisi yang bagus sekali, sehat, makan semua, kan sekarang sudah lebih bagus," kata Andika di Gedung Mabes AD, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (13/8).
Kini Enzo bersama dengan 363 taruna lainnya tengah menjalani pelatihan dasar militer integratif selama tiga bulan pertama. Selama pelatihan, mereka tidak diperkenankan untuk berkomunikasi dengan kerabat maupun dunia luar, termasuk mengkonsumsi segala pemberitaan tentang kontroversi Enzo.
"Jadi 3 bulan pertama, pelatihan dasar militer integratif itu sama sekali mereka tidak diperkenankan berhubungan dengan dunia luar, HP, alat komunikasi tidak. Jadi saya yakin dia tidak mendengar keriuhan ini," tegas Andika.
"Semuanya dalam kondisi bagus, tidak ada dalam tekanan, pemberitaan tidak didengar. Karena begitu mereka diterima pendidikan, tidak ada alat komunikasi apa pun," imbuhnya.
Enzo Zens Allie. Foto: Instagram @TNI_angkatan_darat
Meski dalam tes pemeriksaan ideologi Enzo telah dinyatakan lolos, Andika menyebut pihaknya akan tetap memantau perkembangan Enzo selama menjalani pelatihan. Ia juga berharap para kerabat dekat Enzo, terutama keluarganya, agar terus memberikan dukungan sehingga Enzo bisa menjadi perwira TNI yang baik ke depannya.
ADVERTISEMENT
"Paling tidak saat ini kami merasa semua yang kami terima ini cukup bagus. Hanya kami harap, kami harus mendeteksi, kecuali ada kejahatan yang dilakukan. Kita sudah berbicara yang sifatnya belum dinyatakan sebagai tindakan pidana, ya. Kami tidak bisa kemudian serta merta, kami mendalami sesuai dengan yang kami butuh," tutup Andika.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan