kumparan
4 Des 2018 6:40 WIB

Lion Air Pertimbangkan Pembatalan Pesanan Pesawat dari Boeing

Armada Lion Air. (Foto: Aviatren.com)
Setelah tragedi nahas pesawat jet Lion Air 737 jatuh dan menewaskan 189 orang pada Oktober 2018, Lion Air masih mempertimbangkan untuk membatalkan pesanan pesawat jet dari Boeing.
ADVERTISEMENT
Hal tersebut dikarenakan hubungan yang tidak harmonis antara perusahaan pesawat Boeing dengan Lion Air.
Rusdi Kirana, co-founder Lion Air geram ketika pihak Boeing menyebut pembaharuan desain pesawat sebagai upaya mengalihkan perhatian sekaligus menyalahkan Lion Air atas kecelakaan pesawat yang terjadi.
Melansir dari Reuters, Kirana saat ini sedang mengamati kemungkinan untuk membatalkan pesanan pesawat yang tersisa dari Boeing. Diketahui dari sumber lain, Lion Air memesan 190 unit pesawat kepada Boeing.
Ilustrasi Lion Air Group (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)
Hingga kini, belum ada keputusan akhir yang diberikan terkait hal tersebut. Namun memicu diskusi mengenai penjualan pesawat Boeing 737 MAX sejak tahun 2017 yang kini mencapai 22 miliar US dollar.
Tiap kali permintaan pembatalan pemesanan pesawat terjadi, akan menempatkan Boeing pada posisi dan negosiasi yang alot. Akibatnya, banyak maskapai yang menunda pesanan. Tetapi, sumber lain menyebut industri pesawat jarang melakukan pembatalan sepihak.
ADVERTISEMENT
Mengenai hal ini, Lion Air enggan berkomentar. Sedangkan seorang juru bicara Boeing mengatakan,"kami mengambil setiap tindakan untuk sepenuhnya memahami segala aspek dari kecelakaan ini dan bekerja secara teliti dengan tim penyidik juga seluruh pihak yang terlibat. Kami mendukung pelanggan kami yang berharga untuk melalui saat-saat yang berat ini," ujarnya.
kumparan sudah menghubungi Direktur Lion Air Edward Sirait untuk mengkonfirmasi terkait hal ini. Namun hingga kini belum ada jawaban.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan