kumparan
17 Apr 2019 21:27 WIB

LSI Denny JA: Jokowi Menang, Dukungan UAS ke Prabowo Tak Berpengaruh

LSI Denny JA memaparkan hasil Quick Count Pilpres 2019. Foto: Helmi Afandi/kumparan
LSI Denny JA telah merilis hasil akhir hitung cepat atau quick count Pilpres 2019. Dalam penghitungan itu, pasangan Jokowi-Ma'ruf unggul atas Prabowo-Sandi.
ADVERTISEMENT
Pendiri LSI Denny JA, Denny JA, mengatakan, kehadiran pawai besar di setiap kampanye Prabowo-Sandi rupanya tak berpengaruh besar pada suara di Pilpres 2019. Termasuk adanya dukungan dari Ustaz Abdul Somad yang dinilai bisa meningkatkan elektabilitasnya.
“Ini penting untuk menjadi pengetahuan kita bahwa ulama itu sangat dihormati di Indonesia untuk panduan kehidupan beragama. Tapi tidak untuk panduan perilaku politik pemilu,” kata Denny JA di kantornya, Jakarta Timur, Rabu (17/4).
Hasil quick count LSI Denny JA. Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan
Selain itu, dukungan dari ormas yang tergabung dalam gerakan 212 juga membuat Prabowo kehilangan suara dari kalangan nonmuslim atau suara minoritas. Padahal, kehilangan suara nonmuslim sangat merugikan Prabowo.
“Mungkin gara-gara 212 Prabowo mendapat dukungan yang besar di kalangan Islam yang konservatif, Islam yang berafiliasi kepada FPI, PKS pada banyak sekali komunitas yang sering dilebel Islam konservatif. Tapi akibatnya pemilih minoritas pergi berbondong-bondong,” jelas Denny.
ADVERTISEMENT
Dengan jumlah data yang masuk sebanyak 95 persen, Jokowi-Ma’ruf unggul 55,44 persen, sedangkan Prabowo-Sandi sebesar 44,56 persen. Selisih yang mencapai 10% tersebut dinilai Denny sebagai angka yang besar untuk kemenangan paslon nomor urut 01.
“Hari ini quick count resmi menyatakan Jokowi-Ma'ruf unggul terhadap Prabowo-Sandi. Ketika data masuk 95 persen, kemenangan Jokowi 55,44 persen, Prabowo-Sandi 44,56 persen. Selisihnya double digit. Karena kalau kita kurangi dia di atas 10 persen dan dalam bahasa politik ini disebut kemenangan besar,” jelas Denny.
Ada beberapa hal yang menjadi catatan Denny dalam kemenangan Jokowi. Pertama adalah tingkat kepuasan masyarakat terhadap Jokowi yang mencapai 60 persen. Selain itu juga angka golput dalam survei LSI Denny JA tahun ini mengalami penurunan.
ADVERTISEMENT
“Sekali lagi saya katakan pernah di twitter, di facebook, jika golputnya besar Jokowi dirugikan. Sekarang golputnya kecil, pasti Jokowi diuntungkan,” kata Denny.
Survei ini menggunakan sampel sebanyak 2.000 TPS dengan metode multi stage random sampling. Meski suara yang masuk baru 95 persen, namun hasilnya diperkirakan tidak akan jauh berubah. Baik ketika suara rampung 100 persen ataupun penghitungan yang dilakukan KPU.
“Memang yang ideal itu kita menunggu data sampai 100 persen tapi agaknya angka 95 persen pun itu sudah bisa menggambarkan satu akurasi yang nanti kira-kira beda dengan kpu sekitar 0,1 sampai 0,6 persen. Dia hanya 0, tapi tidak merubah kemenangan,” ucap dia.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan