kumparan
20 Feb 2019 16:11 WIB

LSI Denny JA: PDIP Unggul di Milenial, Gerindra Kalangan Terpelajar

Prabowo menjemput kedatangan Megawati saat menyaksikan final pertandingan pencak silat di Asian Games 2018. Foto: Paulina Herasmaranindar/kumparan
LSI Denny JA merilis hasil survei pergeseran suara partai politik dari berbagai segmen menjelang Pemilu Legislatif 2019. Dalam survei itu, PDIP dan Gerindra menjadi dua partai yang bersaing ketat di enam segmen pemilih.
ADVERTISEMENT
Peneliti LSI Rully Akbar mengatakan PDIP unggul di kalangan pemilih millenial dengan 20,2 persen sementara Gerindra mengekor di posisi kedua dengan 16,2 persen. Sebaliknya, untuk kalangan pemilih terpelajar, Gerindra unggul dengan persentase 23,9 persen sementara PDIP 15,9 persen.
Menyusul PDIP dan Gerindra dalam segmen pemilih millenial, Golkar 9,7 persen Partai Demokrat 7,2 persen, PKB 7,1 persen, Perindo 5,2 persen, dan partai lainnya di bawah 5 persen.
Survei LSI Denny JA soal Kantong Pemilih. Foto: Dok. Survei LSI Denny JA
Sementara itu, di segmen pemilih terpelajar, Partai Demokrat 8 persen, PKS 7,2 persen, NasDem 5,8 persen, Golkar 5,1 persen, dan partai lainnya dibawah 5 persen.
"Bisa dikatakan partai yang mewakili milenial masih PDIP, walau berbeda tipis dengan Gerindra," kata Rully di Kantor LSI, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (20/1).
ADVERTISEMENT
Rully mengatakan keunggulan Gerindra dalam segmen pemilih terpelajar mengikuti tren pilpres yang menunjukkan paslon 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno unggul di kalangan pemilih terpelajar.
Meski demikian, PDIP mengungguli lima segmen pemilih lain. Yaitu, segmen pemilih muslim, segmen pemilih milenial, segmen pemilih terpelajar, segmen pemilih wong cilik, dan segmen pemilih emak-emak.
"Hampir semua segmen dikuasai PDIP, tapi terpelajar dikuasai Gerindra. Ini sama dengan pilpres Prabowo paling banyak dipilih kaum terpelajar. Gerindra nomor satu ketika masuk segmen terpelajar," tutur dia.
Survei LSI dilakukan pada 18-25 Januari dengan 1.200 responden. Wawancara dilakukan secara tatap muka dengan menggunakan kuisioner.
Survei dilakukan di 34 provinsi dengan metode multistage random sampling dengan Margin of eror survei sebesar 2,8 persen.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan