kumparan
19 Des 2018 15:16 WIB

LSI Sebut Reuni 212 Tak Gerus Elektabilitas Jokowi karena Ma'ruf Amin

Peneliti LSI Adjie Alfaraby. (Foto: Rafyq Alkandy Ahmad Panjaitan/kumparan)
Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei terbaru terkait pengaruh kegiatan Reuni 212 terhadap elektabilitas capres-cawapres.
ADVERTISEMENT
Kesimpulannya, kegiatan tersebut rupanya tidak berpengaruh signifikan terhadap elektabilitas kedua pasangan calon dengan elektabiltas Jokowi-Ma'ruf sebesar 54,2 persen, sedangkan Prabowo-Sandi 30,6 persen.
Peneliti LSI Adjie Alfaraby menuturkan, posisi Ma'ruf Amin sebagai cawapres Jokowi menjadi salah satu alasan elektabilitas Jokowi tak terpengaruh Reuni 212. Alfaraby menyebut, Ma'ruf merupakan jangkar Jokowi untuk mempertahankan ceruk pemilih Islam.
"Simbol Islam tidak bisa digunakan untuk menggerus dukungan Islam ke Jokowi karena calon wakil presiden adalah pimpinan ulama, karena itu ada 65,8 persen responden setuju," kata Adjie di Kantor LSI, Jalan Pemuda, Jakarta Timur, Rabu (19/12).
Suasana pendaftaran Jokowi dan Ma'ruf Amin sebagai capres-cawapres 2019 di kantor KPU, Jakarta, Jumat (10/8/2018). (Foto: Nugroho Sejati/kumparan)
Sementara, 17,4 persen responden lainnya menilai simbol Islam dapat digunalan untuk menggerus dikungan pemilih Islam ke Jokowi dan 16,8 persen responden tidak menjawab.
ADVERTISEMENT
Menurut Adjie, sosok Ma'ruf Amin dapat menahan sentimen keagamaan pemilih di Pilpres 2019. Meskipun, di saat yang sama, Ma'ruf belum terlalu memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan elektablitas kepada Jokowi.
"Kalau survei tidak terlalu banyak pengaruh (Ma'ruf Amin) meningkatkan elektabilitas. Masuknya memang tak terlalu banyak. Namun kita lihat Ma'ruf Amin berfungsi menjadi jangkar Jokowi. Kiai Ma'ruf mampu menjadi jangkar, sehingga pemilih muslim tidak terpengaruh sentimen yang berkembang," pungkasnya.
Survei LSI Denny JA pasca reuni 212, dilakukan pada 5-12 Desember dengan menggunakan 1.200 responden. Riset menggunakan metode multistage random sampling dengan margin eror 2,8 persen.
Pasangan Capres dan Cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno di Kartanegara, Jakarta, Jumat (7/9) (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan