kumparan
22 Mei 2019 11:54 WIB

Mabes Polri: Perusuh yang Serang Polisi Massa Settingan

Polisi pukul mundur massa ricuh di kawasan Tanah Abang, Selasa (21/5/2019) malam Foto: Iqbal/kumparan
Mabes Polri memberikan penjelasan terkait kericuhan yang pecah di beberapa titik di Jakarta. Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal menyebut massa yang ricuh adalah massa yang sudah dipersiapkan (by design).
ADVERTISEMENT
"Saya sampaikan bahwa dari rangkaian tadi dari aksi damai bahwa peristiwa dini hari tadi adalah bukan massa spontan, tapi peristiwa by design, settingan," ucap Irjen M Iqbal dalam jumpa pers di Kantor Kemenkopolhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (22/5). Iqbal didampingi Kapuspen TNI Mayjen Sisriadi dan Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol M Iqbal (depan) dan Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo (kanan). Foto: Mirsan Simamora/kumparan
Indikasi itu diketahui dari rangkaian peristiwa yang terjadi sejak demo di Bawaslu, hingga bentrok di Tanah Abang, Jalan Sabang, hingga Petamburan. Juga dari pemeriksaan terhadap provokator yang ditangkap. Mayoritas massa bahkan bukan dari Jakarta.
"Dari pemeriksaan sementara bahwa mayoritas berasal dari luar Jakarta. Dari Jabar, Banten, dan ada dari Jateng," tuturnya.
Polisi pukul mundur massa ricuh di kawasan Tanah Abang, Selasa (21/5/2019) malam Foto: Iqbal/kumparan
Iqbal merinci massa yang memicu kericuhan pertama terjadi di Tanah Abang, yang muncul sekitar pukul 23.00 WIB saat massa aksi damai di Bawaslu sudah bubar.
ADVERTISEMENT
"Pukul 23.00 WIB tiba-tiba ada massa yang kita tidak tahu dari mana yang berulah anarkis dan provokatif," kata Iqbal.
Polisi pukul mundur massa ricuh di kawasan Tanah Abang, Selasa (21/5/2019) malam Foto: Iqbal/kumparan
Massa --by design-- yang menyerang dengan batu hingga petasan itu, dibubarkan polisi dan terurai ke dua tempat yaitu Jalan Sabang dan Jalan Wahid Hasyim hingga sekitar pukul 03.00 WIB.
Namun massa lain diduga by design juga, tiba-tiba muncul di Jalan KS Tubun dan menyerang asrama Brimob hingga merusak dan membakar mobil dinas maupun pribadi. "Kita duga massa ini sudah dipersiapkan dan di-setting," tuturnya.
Sejumlah mobil terbakar akibat demo rusuh di Komplek Asrama Brimob, Petamburan, Rabu (22/5/2019) pagi. Foto: Antara/Sigid Kurniawan
"Kami sangat sayangkan itu, dengan strategi kami amankan 11 orang (di KS Tubun) dari ratusaan massa diduga provokator. Saat ini sedang didalami di Polda," pungkasnya.
Petugas kepolisian menembakkan gas air mata saat terjadi bentrokan dengan massa aksi, Selasa (21/5/2019). Foto: Reuters/Willy Kurniawan
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan