Mahasiswa di Aceh Demo Desak Pemerintah Usut Pembakar Lahan

Peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Sumatera dan Kalimantan menyita perhatian publik. Paparan kabut asap dampak dari kebakaran bahkan telah tiba ke ujung barat Indonesia, Aceh.
Menanggapi fenomena tersebut, mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) turun ke jalan dan berunjuk rasa di bundaran Simpang Lima Banda Aceh, Selasa (24/9). Massa meminta pemerintah mengusut tuntas oknum di balik pembakaran lahan tersebut.
Pantauan kumparan, massa mengitari bundaran Simpang Lima sambil membentangkan spanduk dan umbul-umbul aksi. Sesekali mereka membawakan yel-yel, sementara orasi disampaikan secara bergantian. Aksi yang dijaga aparat kepolisian ini berlangsung dengan damai dan tertib.
Hanya berlangsung sekitar 30 menit mahasiswa yang mengenakan almamater berwarna hijau, kemudian dengan serentak bergerak menuju ke gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) yang hanya terpaut beberapa kilometer dari Simpang Lima. Di sana mereka menyuarakan tuntutan serupa.
Koordinator aksi, Siddiq, mengatakan terdapat beberapa poin tuntutan yang disampaikan mahasiswa dalam unjuk rasa tersebut. Salah satunya mengenai kebakaran lahan yang asapnya telah mengepung seluruh Aceh.
“Lahan tersebut tidak terbakar akan tetapi dibakar. Kami meminta kepada pemerintah untuk mengusut tuntas masalah ini. Pemerintah dimohon untuk benar-benar menindak tegas oknum yang bermain di belakang peristiwa Karhutla,” katanya.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa mempertanyakan akan dibawa ke mana lahan yang telah terbakar. Apakah akan digunakan untuk perusahaan perkebunan atau direboisasi kembali.
“Hutan Amazon sudah terbakar, Kalimantan, Riau juga sudah terbakar saat ini hanya ada satu hutan masih alami yaitu Leuser,” ungkapnya.

