kumparan
20 Mar 2019 10:21 WIB

Mahasiswi di China Jual Sel Telur untuk Bayar Utang

Ilustrasi sel telur wanita. Foto: Shutterstock
Seorang mahasiswi di China terpaksa menjual sel telurnya untuk membayar utang. Praktik ini ilegal di China dan bisa mengancam nyawa jika dilakukan sembarangan.
ADVERTISEMENT
Wanita yang tidak disebut namanya itu mengakuinya kepada media Thepaper.cn yang dikutip South China Morning Post, Selasa (19/3). Dia mengaku telah dua kali menjalani operasi untuk pengambilan sel telurnya demi melunasi utang sebesar 60 ribu yuan (Rp 128 juta).
Wanita dari kampus di Wuhan, Hubei, itu mengatakan sebanyak 29 sel telurnya diambil dalam dua kali operasi. Sepuluh hari sebelum operasi, dia diberi obat untuk menstimulasi indung telur untuk memproduksi lebih banyak sel telur.
Normalnya wanita memproduksi satu sel telur per bulannya. Namun dengan obat ini, sel telur bisa bertambah namun dengan berbagai efek samping yang berbahaya.
Pembeli sel telur ini adalah klinik kesuburan ilegal yang memasang iklan di kampus-kampus dan asrama wanita. Mereka biasanya menawari harga antara 10 ribu hingga 50 ribu yuan untuk satu sel telur.
ADVERTISEMENT
"Mereka memeriksa tingkat pendidikan, status kesehatan, beberapa klinik juga mempertimbangkan tinggi dan penampilan," kata wanita sumber Thepaper.cn.
Menjual sel telur adalah tindakan ilegal di China, namun menyumbangkannya diperbolehkan. Sel telur ini akan dijual kepada pasangan yang sulit memiliki anak.
Namun tidak jarang prosedur yang salah bisa mengancam nyawa. Seperti pada 2017 lalu, seorang remaja di Guangdong nyaris meninggal dunia setelah menjalani operasi pengambilan sel telur dengan harga 15 ribu yuan.
Operasi itu membuat indung telurnya rusak. Dua staf klinik kesuburan divonis penjara satu tahun dan 10 bulan dalam kasus tersebut.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan