Pencarian populer

Mahasiswi Ditemukan Tewas Dalam Kamar Kos di Buleleng, Diduga Dibunuh

Ilustrasi mayat. Foto: Shutter Stock

Seorang mahasiswi bernama Ni Made Ayu Serli Mahardika (20) ditemukan tewas di dalam kamar kosnya Jalan Wijaya Kusuma, Kabupaten Buleleng, Bali, Kamis (11/4).

Perempuan asal Banjar Dinas Senganan Kanginan, Desa Penebel, Kabupaten Tabanan tersebut diduga tewas akibat dibunuh oleh pacarnya sendiri berinisial KI yang saat ini telah diamankan di Mapolsek Kota Singaraja.

Kapolres Buleleng AKBP Suratno mengatakan, kejadian ini bermula saat orangtua Serli tidak bisa menghubungi anak gadisnya itu. Lalu, Senin (8/4), orangtua Serli minta tolong kepada teman anaknya yang bernama Meli dan Robert untuk mengecek keberadaan Serli di indekosnya.

"Ternyata kamar kos korban dalam keadaan tertutup namun sepeda motor merk scoopy warna cream DK 2495 HC milik korban masih terparkir di tempat kos," kata dia kepada wartawan, Kamis (11/4).

Meli kembali mengunjungi indekos Serli pada Selasa (9/4), tapi tak ada jawaban. Lalu Kamis siang sekitar pukul 13.00 WITA, Meli kembali ke indekos Serli.

"Terakhir didatangi kamar kos korban hari Kamis (11/4) pukul 13.00 WITA tercium bau menyengat sehingga dan setelah dibuka menggunakan kunci yang ada di jendela luar kamar terlihat korban sudah dalam keadaan tergeletak," kata Suratno.

Sejumlah penghuni indekos pun dibuat geger dengan penemuan jenazah Serly. Para penghuni indekos pun langsung melaporkan kejadian ini ke polisi.

"Dari hasil olah TKP yang dilakukan ditemukan korban sudah meninggal dan pada bagian kepala ditemukan bengkak dan sejumlah luka. Korban langsung dibawa ke RSU Singaraja untuk dilakukan pemeriksaan luar dan dari hasil sementara diduga korban meninggal kurang lebih dua hari," kata dia.

Polisi langsung menyelidiki kematian Serly. Polisi menduga Serly tewas akibat kekerasan dan kecurigaan polisi mengarah pada KI yang diduga sebagai pacar Serly.

Tiga jam kemudian polisi berhasil menangkap KI di Jalan Udayana, Singaraja, dan dibawa ke kantor polisi.

"Saat ini masih dilakukan pemeriksaan saksi-saksi untuk mengetahui motif dari perbuatan pelaku dan permintaan visum et repertum dalam untuk mengetahui penyebab kematian korban, " kata dia.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.23