kumparan
17 Des 2018 2:44 WIB

Mahathir Sebut Australia Tak Miliki Hak Akui Yerusalem Ibu Kota Israel

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad. (Foto: REUTERS/Issei Kato)
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengkritik langkah Australia yang mengakui Yerusalem Barat sebagai ibu kota Israel. Bahkan, ia menyebut negara tersebut tidak memiliki hak untuk mengakuinya.
ADVERTISEMENT
"Yerusalem harus tetap seperti sekarang dan bukan ibu kota Israel," kata Mahathir di sela-sela sebuah acara di Bangkok, Thailand, Minggu (16/12), dilansir Reuters.
"Yerusalem selalu di bawah Palestina. Jadi mengapa mereka mengambil inisiatif untuk membagi Yerusalem bukan milik mereka, akan tetapi untuk membagi orang Arab dan Yahudi? Mereka tidak memiliki hak," tambahnya.
Malaysia sebagai negara mayoritas Muslim telah lama mendukung adanya solusi dalam konflik Palestina-Israel. Langkah Australia yang mengikuti keputusan Presiden AS Donald Trump yang memindahkan kedutaan AS ke Yerusalem dari Tel Aviv membuat masyarakat dan dunia Islam marah.
Sementara itu, Perdana Menteri Australia Scott Morrison menyatakan tidak akan memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv, melainkan hanya mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
ADVERTISEMENT
Meski menahan diri untuk memindahkan kedutaannya, Australia berencana akan mendirikan kantor pertahanan dan perdagangan di Yerusalem Barat. Pihaknya juga mulai mencari lokasi untuk mendirikan kedutannya di sana, dan baru akan pindah setelah sengketa atas Yerusalem diselesaikan secara damai oleh Israel dan Palestina.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan