Pencarian populer

Mahfud MD soal Bom Sukoharjo: Buka Sejelas-jelasnya, Apa Jaringannya

Mantan Ketua Mahkmah Konstitusi (MK) Mahfud MD. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
Polisi hingga kini masih mendalami motif Rofik Asharudin (21) yang melakukan aksi bom bunuh diri di Pos Polisi Tugu Kartasura, Sukoharjo. Penggagas Gerakan Suluh Kebangsaan Mahfud MD meminta polisi untuk membuka sejelas-jelasnya apakah ada jaringan di balik aksi Rofik tersebut.
ADVERTISEMENT
“Jadi kalau sudah ada seperti yang di Solo (Sukoharjo), buka saja sejelas-jelasnya siapa pelakunya, bagaimana melakukannya, kemudian apa jaringannya. Karena itu tantangan kita yang sangat serius,” ujar Mahfud saat ditemui di kediamannya di Maguwoharjo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (4/6).
Mahfud mengatakan, saat ini zaman sudah memasuki era digital sehingga kecil kemungkinan untuk melakukan rekayasa aksi bunuh diri. Selain itu, pihak berwajib juga tetap harus bertindak tegas dan transparan.
“Sekarang tidak bisa lagi main rekayasa-rekayasa dan sebagainya sudah susah sekarang serba digital. Kemudian masyarakat sekarang sudah punya hak mengawasi dan memberitakan. Dalam keadaan begini negara juga akan sulit melakukan rekayasa-rekayasa yang menimbulkan fitnah seperti dulu,” kata dia.
Pernyataan Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu merujuk dari pengalaman-pengalaman menghadapi teroris terdahulu. Setiap polisi menangkap teroris, maka ada pihak yang menyebut isu tersebut merupakan pengalihan perhatian.
Seorang anggota kepolisian menjaga lokasi kejadian ledakan di Pos Pantau Arus Mudik Joglosemar, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (4/6). Foto: ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho
Namun, menurut Mahfud, hal itu tak bisa seperti itu lagi. Terorisme sudah menjadi tantangan serius bagi bangsa ini.
ADVERTISEMENT
“Terorisme itu tantangan yang masih sangat serius karena itu (terorisme) bersinergi dengan jaringan-jaringan teror di luar (negeri), jaringan teror internasional,” tutup Mahfud.
Aksi bom bunuh diri dilakukan Rofik pada Senin (3/6) malam. Rofik dinyatakan selamat dari insiden tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Rofik nekat melakukan aksi bunuh diri karena terpapar paham ISIS.
"Dari pemeriksaan pelaku, yang bersangkutan secara individu terpapar paham ISIS. Belum ada indikasi keterkaitan yang bersangkutan ikut dalam jaringan, baik JAD Jateng maupun kelompok lain," ungkap Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo.
Meski begitu, polisi telah memastikan Rofik melancarkan aksinya dengan lone wolf, atau beraksi seorang diri. Namun, polisi masih mendalami apakah Rofik masih dalam jaringan teroris tertentu atau tidak.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.80