Pencarian populer
23 Mei 2017 13:44 WIB
0
0
Mantan Presiden Korsel Muncul di Pengadilan dengan Tangan Diborgol

Park Geun-hye (Foto: Reuters/Kim Hong-Ji)
Mantan Presiden Korsel Park Geun-hye (65) muncul di depan publik untuk pertama kalinya guna disidang setelah dipenjara sejak 31 Maret dalam kasus korupsi, yang juga membuatnya terjungkal dari kursi kekuasaan. Di bawah pengawalan polisi, tampak kedua tangan Park diborgol dan matanya menyiratkan kesedihan.
AP melaporkan, Selasa (23/5) merupakan sidang perdana Park di Pengadilan Distrik Seoul setelah sebelumnya dia dipenjara untuk proses penyelidikan. Kamera jurnalis berkilatan begitu Park keluar dari bus yang membawanya, lalu Park memasuki pengadilan. Nomor tahanan 503 menempel di jaket warna gelapnya.

Park Geun-hye (Foto: Reuters/Kim Hong-Ji)

Borgolnya kemudian dilepas, lalu Park memasuki ruang sidang dan duduk di depan majelis hakim yang terdiri dari 3 orang. Sementara itu jurnalis tak henti mengambil fotonya, seringkali untuk meng-close up wajahnya yang muram.
Ketika hakim Kim Se-yun bertanya kepada Park, ”Apa pekerjaan Anda?” Park menjawab,”Saya tidak punya pekerjaan.”
Baca juga:
Mantan Presiden Korsel Akhirnya Diseret ke Penjara
Eks Presiden Korsel dan Rambutnya yang Pantang Kusut
Dosa-dosa Park Geun Hye, Presiden Korsel yang Dimakzulkan

Park Geun-hye (Foto: Reuters/Kim Hong-Ji)

Choi Soon-sil, orang yang lama diyakini telah berkonspirasi dengan Park, duduk di dekatnya. Kedua wanita ini telah berteman selama 4 dekade, namun tidak saling mengakui. (Baca: Sahabat Presiden Korsel Bantah Semua Tuduhan Korupsi)
Choi terisak saat menjawab pertanyaan tentang alamat dan pekerjaannya. Tapi Park menatap lurus ke depan saat jaksa membacakan dakwaan.

Choi Soon-sil, kawan dekat Presiden Park Geun-hye. (Foto: Chung Sung-Jun/Reuters)

"Terdakwa Park Geun-hye, berkolusi dengan temannya Choi Soon-sil, membiarkan Choi, yang tidak memiliki posisi resmi, melakukan intervensi dalam urusan negara ... dan mereka menyalahgunakan kekuasaan dan menekan perusahaan bisnis untuk menawarkan suap, sehingga mendapat keuntungan pribadi,” dakwa jaksa senior Lee Won-seok.
Baca juga:
Megahnya Cheong Wa Dae, Istana Kepresidenan Korea Selatan
Mengenal Park Geunhye, Presiden Korea Selatan Yang Diturunkan

Park Geun-hye (Foto: Reuters/Kim Hong-Ji)

Pengacara Park, Yoo Young-ha, membantah tuduhan tersebut. Ketika ditanya apakah Park memiliki sesuatu untuk ditambahkan, Park berkata dengan suara tenang dan terukur: "Saya akan mengatakannya sesudahnya."
Hakim juga bertanya langsung kepada Park apakah dia menyangkal semua tuduhan jaksa. "Ya," jawab Park, "Saya memiliki posisi yang sama dengan pengacara."

Park Geun-hye di ruang sidang (Foto: Reuters/Ahn Young-joon)

Di luar sidang, pendukung Park hadir dengan membawa spanduk-spanduk yang menyatakan Park tidak bersalah.

Aksi pendukung Park Geun-hye (Foto: Reuters/Kim Hong-Ji)

Aksi pendukung Park Geun-hye (Foto: Reuters/Kim Hong-Ji)

Polisi menangkap Park beberapa minggu setelah dia dilengserkan dari jabatannya sesuai keputusan Mahkamah Konstitusi. Keputusan tersebut juga menguatkan impeachment bulan Desember 2016 oleh parlemen setelah demonstrasi jalanan besar-besaran mengenai tuduhan korupsi terhadap Park pada bulan Oktober.
Jaksa mengklaim memiliki bukti kuat yang membuktikan keterlibatan Park dalam kegiatan kriminal. Mereka mengatakan Park berkolusi dengan Choi untuk mengambil sekitar 26 juta dolar uang suap dari Samsung dan dijanjikan puluhan juta dolar lebih banyak dari Samsung dan perusahaan besar lainnya. Park juga diduga mengizinkan temannya itu menjadi bayang-bayang untuk memanipulasi urusan negara.
Profil Park Geun-hye, Anak Mantan Presiden
Hidup Park Geun-hye bisa dibilang tak jauh dari tragedi. Presiden Korsel ke-18 yang memerintah pada 2013 hingga 2017 ini berasal dari keluarga terhormat. Ayahnya, Park Chunghee, adalah Presiden Korea Selatan tahun 1963 sampai 1979 yang terkenal dengan kediktatorannya.

Presiden Korea Selatan Park Geun Hye. (Foto: Reuters/Jung Yeon-je)

Pada tahun 1974, istri dari Park Chunghee yaitu Yuk Youngsoo tewas terbunuh oleh simpatisan pro Korea Utara. Park Geun-hye lalu ditunjuk ayahnya untuk menjalankan tugas-tugas Ibu Negara, sehingga dia harus meninggalkan sekolahnya di Prancis. Beberapa tahun kemudian, Park Chunghee dibunuh oleh orang dekatnya.
Hidup Park Geun-hye yang penuh tragedi bisa dibaca di sini: Ada Apa Dengan Keluarga Park Chunghee?


Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2018 © PT Dynamo Media Network
Version: web: