kumparan
17 Mar 2019 20:33 WIB

Ma'ruf Amin Bicara Visi Pendidikan di Debat: La Tahzan

Cawapres no urut 01, Ma'ruf Amin (kiri) tiba jelang Debat Ketiga Calon Wakil Presiden (Cawapres) Pemilu 2019 di Hotel Sultan, Minggu, (17/3). Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Cawapres Ma'ruf Amin mendapat kesempatan pertama bicara dalam debat melawan Sandiaga Uno di Hotel Sultan, Jakarta. Sebagaimana bisa diprediksi, akan ada banyak dalil atau istilah dalam hukum Islam yang akan dilontarkan oleh Ma'ruf Amin.
ADVERTISEMENT
Mantan Rais Am PBNU ini setidaknya mengungkap 3 istilah dalam bahasa Arab. Salah satunya seruan jangan bersedih (la tahzan) dan jangan takut (la takhaf), saat bicara visi pendidikan.
"Di bidang pendidikan, beasiswa akan kita teruskan dan akan kita tingatkan sampai kuliah. Oleh karena itu, kepada anak-anak semua, saya nyatakan kalian jangan takut untuk bermimpi, jangan takut untuk bercita-cita," ucap Ma'ruf saat paparan visi misi, Minggu (17/3).
"Orang tua tidak perlu khawatir akan masa depan anaknya, la tahzan, la takhaf wa la tahzan. Jangan takut karena insyaallah negara telah hadir dan negara akan terus hadir membantu kalian," imbuh Ketum MUI itu.
Cawapres no urut 01, Ma'ruf Amin (kedua kiri) dan Cawapres no urut 02, Sandiaga Uno (kedua kanan) di panggung Debat Ketiga Calon Wakil Presiden (Cawapres) Pemilu 2019 di Hotel Sultan, Minggu, (17/3). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Ma'ruf lalu menjelaskan 3 kartu sakti jika terpilih di Pilpres, salah satunya adalah Kartu Indonesia Pintar (KIP) kuliah. Dengan kartu itulah diharapkan orang tua tak khawatir dengan pendidikan anaknya.
ADVERTISEMENT
"Di bidang kesehatan kami pastikan JKN Jaminan Kesehatan Nasional akan berlnjut, begitu juga Program Keluarga Harapan (PKH) akan kita teruskan," imbuhnya.

"Visi kami adalah Indonesia maju, kuncinya ada pada manusia Indonesia yang sehat, cerdas, produktif dan berakhlak mulia." -Ma'ruf Amin

Saat ini debat masih berlangsung mulai memasuki sesi kedua yaitu menjawab pertanyaan yang disiapkan oleh panelis.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan