kumparan
17 Apr 2019 21:36 WIB

Masalah Teknis, KedaiKOPI Hentikan Quick Count Pilpres 2019

Survei Kedai KOPI dihentikan saat suara masuk baru 75 persen. Foto: Ricky Febrian/kumparan
Lembaga Survei KedaiKOPI baru saja menghentikan hitung cepat (quick count) Pilpres 2019 versi mereka. Survei dihentikan saat data yang masuk baru 74,95 persen.
ADVERTISEMENT
Direktur eksekutif KedaiKOPI, Kunto A Wibowo, mengaku banyak numerator (alat untuk membubuhkan nomor pada lembaran dokumen) di lapangan terkendala masalah teknis sehingga penghitungan mesti dihentikan.
“Mohon maaf ini. Kita mungkin tidak bisa selesai malam ini. Banyak kendala di lapangan, ada penghitungan ulang yang lama, daerahnya rawan bagi numerator kami, kami harus pikirkan keselamatan numerator kami,” kata Kunto di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Rabu (17/4).
Kunto A Wibowo direktur eksekutif Lembaga Survei kedaiKOPI, saat konpers di Hotel Grand Sahid Jaya. Foto: Andreas Ricky Febrian/kumparan
“Kami harus pull out numerator untuk pulang, sehingga kami tidak bisa hari ini juga,” sambung Kunto.
Kunto mengaku beberapa numeratornya memang mengalami kendala. Bahkan, orang-orang yang ditugaskan sampai wilayah terpencil mengalami masalah koneksi sehingga data tidak bisa disampaikan dengan cepat.
“Kita masih investigasi kenapa ini berlarut-larut, tapi salah satu info saja, ini kasuistik, misal tadi surat suara tercampur sehingga harus dihitung ulang. Jadi, ya, teknis, bukan kesalahan fatal, tapi kita yang enggak bisa invest numerator sampai malam, atau sampai pagi jadi problem kami,” kata Kunto.
Paslon capres-cawapres nomor urut 01 dan 02 Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi dalam acara Deklarasi Pemilu Damai. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
Sementara itu, hasil yang diberikan lembaga survei KedaiKOPI mentok pada 74,95 persen data yang masuk hingga pukul 19.45 WIB. Dari jumlah tersebut, keunggulan masih dipegang Jokowi-Ma’ruf Amin dengan perolehan 53,5 persen melawan Prabowo-Sandi yang memperoleh 46,4 persen.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan