kumparan
16 Jun 2018 16:12 WIB

Melihat Momen Lebaran di Markas Pasukan Garuda di Lebanon

Pasukan Perdamaian Indobatt di Lebanon Selatan (Foto: Dok. Puspen TNI )
Tidak semua orang bisa menikmati lebaran dengan berkumpul bersama keluarga di kampung halaman. Prajurit TNI anggota Satgas Indonesian Battalion (Indobatt) Batalyon Mekanis TNI Konga XXIII-L/Unifil di Lebanon misalnya, harus merayakan Idul Fitri 2018 di medan tugas yang jauh dari rumah dan keluarganya.
ADVERTISEMENT
Meski demikian, Pasukan Garuda Indobatt tetap melaksanakan ibadah lebaran ala Indonesia, mulai dari takbiran hingga salat Id. "Suasana sangat sederhana sekali. Tetapi kita tetap bahagia dengan kebersamaan sesama prajurit," ucap Lettu (Inf) Yandra, Perwira Penerangan Konga XXIII-L/Unifil, kepada kumparan, Sabtu (16/6).
Satgas Indobatt Batalyon Mekanis TNI Konga XXIII-L/Unifil beranggotakan 850 prajurit. Mereka berangkat dari Desember 2017 dan bertugas sampai Desember tahun ini. Mau tidak mau, lebaran tahun ini harus dijalani di area penugasan. Prajurit TNI menggelar salat Id bersama rekan satuannya di markas pada Jumat (15/6) waktu setempat.
Pasukan Perdamaian Indobatt di Lebanon Selatan (Foto: Dok. Puspen TNI )
Sehari sebelum lebaran, para prajurit melantunkan takbir usai salat Isya berjamaah. Di sela-sela kegiatan takbiran, anggota Pasukan Garuda Indobatt dipimpin Dansatgas Indobatt Konga XXIII-L/Unifil Letkol Inf Arfan Johan Wihananto, S.I.P. melaksanakan zakat fitrah. Para prajurit menyalurkan zakat kepada masyarakat di sekitar area operasi.
Pasukan Perdamaian Indobatt di Lebanon Selatan (Foto: Dok. Puspen TNI )
Esoknya, Pasukan Garuda Indobatt menggelar salat Id berjamaah di Lapangan Soekarno, Markas Indobatt UN Posn 7-1 Adshit Alqusyair, Lebanon Selatan. Salat Id diimami oleh Syeikh Abdullah Ad-Dakour yang merupakan Wakil Mufti (Imam Besar) untuk wilayah Lebanon Selatan. Masyarakat setempat ikut diundang masuk ke markas untuk melaksanakan salat Id bersama-sama.
Pasukan Perdamaian Indobatt di Lebanon Selatan (Foto: Dok. Puspen TNI )
Tidak ada kemeriahan layaknya salat Id di kampung halaman. Para prajurit salat mengenakan seragam loreng lapangan, dan duduk bersimpuh berlatar kendaraan tempur Anoa yang menjadi andalan Pasukan Garuda Indobatt saat bertugas di lapangan.
ADVERTISEMENT
Tapi, prajurit terpilih tetaplah manusia yang merindukan rumah dan keluarga. Ada sedikit kesedihan yang terasa di lebaran tahun ini. "Tetapi tugas mulia misi perdamaian lebih penting karena penghargaan bagi kita. Dan membawa nama Indonesia juga," ujar Yandra.
Meski demikian, salat Id tetap berlangsung khidmat. Para prajurit mendengarkan dengan khidmat khotbah yang dibacakan oleh Serka Hijrah tentang makna Idul Fitri. Selanjutnya, para prajurit melaksanakan halal bi halal antara Dansatgas. Acara makan bersama menjadi penutup lebaran di markas Pasukan Garuda Indobatt.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan