Pencarian populer

Membangun Asa dari Puing Kebakaran Kampung Bandan

Sejumlah korban kebakaran di Permukiman Kampung Bandan sedang membersihkan puing-puing rumah mereka. Foto: Muhammad Darisman/kumparan

Warga korban kebakaran di permukiman padat penduduk Kampung Bandan, Jakarta Utara, mulai membersihkan puing-puing rumah mereka sebelum kembali menempati lokasi tersebut ketimbang bertahan di lokasi pengungsian atau pindah ke rusun.

Pantauan kumparan di lokasi, Rabu (15/5), selain membersihkan puing-puing dan merubuhkan dinding-dinding rumah yang hangus, mereka juga masih mencari dan mengumpulkan barang-barang yang masih bisa digunakan. Bahkan, beberapa warga juga sudah ada yang mulai membangun kembali warung serta hunian mereka.

Salah satunya Sudal (45), ia mulai membangun kembali rumah sekaligus warung gorengan milik keponakannya, Basumi. Pindah ke rusun baginya merupakan pilihan yang sulit. Oleh karena itu, ia lebih memilih menata ulang huniannya yang sudah tak bersisa itu.

Sejumlah korban kebakaran di Permukiman Kampung Bandan sedang membersihkan puing-puing rumah mereka. Foto: Muhammad Darisman/kumparan

“Kita ibaratkan burung, kalau dipindahin ke tempat baru ya bingung. Biasa cari makan di sini, kalau bisa ya di sini. Mau kecil mau jelek ya cari makannya di sini,” ujarnya kepada kumparan saat memperbaiki rumahnya.

Sudal yang sehari-hari berdagang nasi goreng itu mengaku sudah tinggal di sana sejak zaman neneknya. Ia langsung membangun kembali rumahnya karena tidak ingin berlama-lama berada di pengungsian.

“Bukan tanah sendiri, tapi yang nempatin sudah dari nenek saya. Ini baru dimulai bangun lagi. Soalnya dapur umum ini enggak selamanya, kalau enggak dibetulin mau tidur di mana, kalau hujan repot kan,” lanjutnya.

Sejumlah korban kebakaran di Permukiman Kampung Bandan sedang membersihkan puing-puing rumah mereka. Foto: Muhammad Darisman/kumparan

Berbeda dengan Sudal, Atik (40) yang ditemui sedang membersihkan puing-puing, menerima dipindahkan ke rusun jika proses pemindahannya jelas. Ia hanya berharap kalau memang dialihkan ke rusun, hal itu mesti dilakukan secepatnya.

“Kalau Pak Anies mindahinnya jelas, ‘Ibu kita mau pindahin ke sini ya, sementara tinggal di sini’. Maunya ini dibangun lagi, penginnya sih begitu. Tapi kalau Pak Aniesnya penginnya begitu ya kita manut, yang penting kita ada tempat ya. Kalau mau dibangun secepat mungkin,” ujar Atik.

Maman (67), Sekretaris RW 5, mengakui sebagian besar warganya yang jadi korban memang sudah berencana membangun kembali rumah mereka secepatnya. Hal ini menurutnya mengingat banyaknya jumlah warga serta anak kecil yang tak mungkin bertahan lama di pengungsian.

Sejumlah korban kebakaran di Permukiman Kampung Bandan sedang membersihkan puing-puing rumah mereka. Foto: Muhammad Darisman/kumparan

“Warga udah mau pada dibangun. Kalau mau ditunggu (pemerintah), mau tinggal di mana mereka, anak istri kan butuh tempat tinggal. Mau lebaran, punya keluarga, mau nunggu ngurus dari pemerintah sampai kapan,” ujar Maman.

Terkait rencana akan dialihkan ke rumah susun, ia menyatakan warga akan memilih bertahan. “Ya kita ya bertahan lah, kami ini dari tahun berapa mau pakai rumah susun aja. Udah dari tahun berapa, wong anak saya aja udah 38 tahun,” tuturnya.

Ia menyarankan agar rencana tersebut sebaiknya dikaji terlebih dahulu dengan seluruh tokoh dan masyarakat di permukiman tersebut.

Sejumlah korban kebakaran di Permukiman Kampung Bandan sedang membersihkan puing-puing rumah mereka. Foto: Muhammad Darisman/kumparan

“Kecuali kalau memang ada begitu, panggil semua pengurus RT, RW, tokoh masyarakat baru. Ayo kita rapat bersama. Kemarin aja ke sini sama wakil wali kota katanya mau dibantu oleh Pol PP beresin bangunan puing- puing. Ini enggak ada sampai sekarang, ujung-ujungnya warga semua,” keluhnya.

Kebakaran yang melanda permukiman penduduik di Kampung Bandan pada Sabtu (11/5) menghanguskan 450 rumah semi permanen. 400 kepala keluarga atau sekitar 3.500 warga hingga saat ini tinggal di tenda pengungsian yang disediakan Pemprov DKI.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan akan membangun kembali hunian penduduk itu dalam bentuk rusun. Hal itu ia utarakan usai mengadakan pertemuan dengan PT KAI.

“Sudah (dapat izin), justru PT KAI merasa bahwa dengan cara begitu jelas huniannya yang menggunakan siapa. Dipakai siapa, pemanfaatannya juga jelas,” ujar Anies di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (14/5).

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.57