Pencarian populer

Memburu Pembunuh Satu Keluarga di Banten

Suasana di rumah pembunuhan sekeluarga di Serang, Banten. Foto: Dok. Istimewa
Kasus pembunuhan satu keluarga di Kampung Gegeneng RT 01 RW 01, Desa Sukadalam, Kecamatan Waringinkurung, Serang, Banten, mulai menemukan titik terang. Polisi sudah memastikan motif dari perbuatan keji yang menewaskan Rustadi dan anaknya, Alwi, serta melukai istrinya, Siti Saadiah, hingga kritis.
ADVERTISEMENT
"Kita simpulkan sementara ini ada dendam dari pelaku terhadap korban. Itu dapat saya nilai dari hasil autopsi, di mana beberapa penyebab kematian di berbagai organ tubuh korban yang cukup parah. Salah satu contohnya tulang rusuk dari korban yang lebih dari dua tulang rusuk patah total, ketika organ tubuh tersebut dibuka," kata Kasat Reskrim Polres Serang, AKP Ivan Adhitira, di Mapolres Serang, Rabu (14/8).
Dari analisisnya, kemungkinan ada permasalahan pribadi yang sejauh ini belum diketahui. Sebab, Alwi yang berada di lokasi pun ikut menjadi korban pembunuhan satu keluarga. Keduanya meninggal dengan luka dalam yang parah. Pada jasad Rustadi, empat tulang rongga dada sebelah kiri dari nomor dua hingga lima hancur, dan hanya tersisa satu tulang dada sebelah kiri paling atas.
ADVERTISEMENT
Sementara hasil autopsi pada jasad Alwi menunjukkan terdapat gumpalan darah di bagian kepala. Selain itu, ada keretakan pada tengkorak kepalanya.
Mengenai terduga pelaku, Ivan mengklaim sudah ada beberapa nama yang dicurigai. Ivan optimistis dalam waktu dekat institusinya segera mengungkap pembunuhan satu keluarga ini.
Suasana rumah pembunuhan sekeluarga di Serang, Banten. Foto: Dok. Istimewa
"Sebelumnya saksi kita periksa enam, sekarang bertambah ada tiga saksi lagi yang kita periksa untuk dimintai keterangan pembunuhan ini," tuturnya.
"Kalau identitas pelaku secara pasti belum. Namun, penyelidikan kita hari ini sudah mengerucut, ada beberapa nama yang sudah kita kantongi," sambung Ivan.
Kapolres Serang, AKBP Firman Affandi, meyakini pembunuh telah merencanakan aksinya sejak lama. "Pelaku yang mengetuk pintu depan sudah menggunakan penutup muka, sehingga sudah dipastikan pembunuhan ini berencana," ujar Firman.
ADVERTISEMENT
Siti kini masih dirawat intensif di RSUD Cilegon. Kondisinya yang perlahan pulih membuat kasus ini semakin terang. Pasalnya, Siti adalah saksi kunci peristiwa tersebut.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.86