kumparan
19 Apr 2018 16:51 WIB

Mencicipi Nikmatnya Semangkuk Mi Ayam Pak Kentut

Pak Kentut sedang menyajikan mie ayam. (Foto: Mirsan Simamora/kumparan)
Pak Kentut. Sapaan ini begitu melekat pada lelaki berusia 30 tahun penjual mi ayam di Jalan Pepabri Raya Tangerang. Meski sering mendapat ejekan dan olok-olokan, tidak membuat Kentut berputus asa mencari nafkah untuk tiga orang anak dan istrinya.
ADVERTISEMENT
Setiap harinya pukul 09.00 WIB, Kentut berangkat dari rumah kontrakannya yang beralamat di Jalan Nyiur IV Kelurahan Kunciran Pinang, Tangerang untuk berjualan mi ayam yang berjarak tak jauh dari rumahnya.
Sejak awal merantau ke Tangerang tahun 2008, Ia sudah berjualan mi ayam dengan resep andalan dari Solo, Jawa Tengah. “Resepnya dari Paman, khas Solo,” kata Kentut kepada kumparan (kumparan.com), Kamis (19/4).
Setiap harinya dagangan mi ayam buatannya selalu laris dipesan pembeli. Kentut meyakini, urusan rezeki sudah diatur Allah. “Sudah ada yang ngatur. Alhamulillah selalu laris,” ujar Kentut.
Sambil berbincang santai, kumparan lalu mencoba mencicipi mi ayam buatan Kentut. Dagangan Kentut memiliki rasa yang nikmat. “Sayurannya selalu saya bersihin dan dibeli yang segar dari pasar, Insyaallah dijaga kebersihannya,” imbuhnya.
ADVERTISEMENT
Selain berjulan mi ayam, Kentut juga menjadi guru mengaji di majelis taklim di Kelurahan Kunciran Pinang. Dari dua pekerjaannya tersebut, ia behasil memenuhi kebutuhan ekenomi keluarganya dan menyekolahkan tiga anaknya.
Sebelumnya, nama Kentut viral di media sosial karena kerap di-bully. Kentut pun mengajukan permohonan kepada Pengadilan Negeri Tangerang untuk mengganti namanya menjadi Ihsan Hadi.
Video
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan