kumparan
10 Des 2018 13:13 WIB

Mendagri: Pelaku Kasus e-KTP di Pondok Kopi dan Bogor Terindikasi Sama

Mendagri Tjahjo Kumolo. (Foto: Nugroho Sejati/kumparan)
Temuan ribuan e-KTP di Pondok Kopi, Jakarta Timur hingga kini terus menjadi perbincangan publik. Hingga saat ini, belum diketahui motif dan pelaku dari e-KTP tercecer itu. Namun, Mendagri Tjahjo Kumolo menegaskan bahwa kasus e-KTP tercecer itu sudah tertangani dengan baik oleh pihak kepolisian.
ADVERTISEMENT
Tjahjo kemudian mengindikasikan pelaku dari pembuangan e-KTP di Pondok Kopi sama dengan yang dulu pernah ditemukan warga di Bogor pada Mei 2018 lalu.
“Kita cari siapa yang tanggung jawab, siapa yang buang karena indikasi orang sama yang dulu di Bogor. Yang sekarang tercecer di Duren Sawit, rumahnya kok berdekatan mudah-mudahan ini bisa diungkap apa motivasinya,” ujar Tjahjo di Mercure Hotel, Ancol, Jakarta Utara, Senin (10/12).
e-KTP tercecer di Pondok Kopi. (Foto: Dok. Istimewa)
Sampai saat ini, ia belum mengetahui apa motif dari kasus pembuangan dokumen negara ini. Tetapi ia melihat ada kesan kasus ini disengaja untuk memancing kegaduhan di tahun politik. Ia mengakui, isu e-KTP dan DPT pemilu menjadi isu yang sensitif di tahun politik.
“Kalau saya melihat ada indikasinya ada unsur di sana (buat kegaduhan di tahun politik) walau itu e-KTP sudah kadaluwarsa,” imbuhnya.
Polisi mengamankan e-KTP yang tercecer di Duren Sawit. (Foto: Dok. Istimewa)
Apabila pelaku tertangkap dan merupakan onkum dari Kemendagri atau Disdukcapil, maka Tjahjo akan memberikan sanksi tegas bahkan pemecatan.
ADVERTISEMENT
“Jelas kalau yang ketangkep nyuri milik orang tua ada sanksi pidana. Yang di Bogor kami copot pangkatnya walau kepala rumah tangga kami akan pecat kalau sama. Walau tidak ganggu sistem mereka bisa timbulkan suasana pertanyaan, apa lagi ini tahun politik,” pungkasnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan