kumparan
24 Apr 2018 15:59 WIB

Mengenal Jembatan Ujung Galuh, Ikon Baru Surabaya yang Didesain Risma

Risma meninjau Jembatan Ujung Galuh (Foto: Dishub Surabaya)
Tri Rismaharini adalah sarjana arsitektur ITS, yang tentunya jago mendesain. Ketika dia menjabat sebagai Kadis Pertamanan Pemkot Surabaya, dia menyulap Surabaya dari kota yang terik menjadi hijau dan asri.
ADVERTISEMENT
Dan kini, saat menjabat wali kota, Risma mendesain Jembatan Ujung Galuh, jembatan yang menjadi ikon baru Surabaya.
Jembatan ini dibangun untuk mengurai macet di kawasan Darmo dan Ngagel, juga untuk meningkatkan ekonomi kawasan Surabaya bagian selatan.
Risma mendesain jembatan ini dengan mengintegrasikannya dengan lingkungan sekitar yang banyak berdiri bangunan kuno.
Risma menuturkan, Jembatan Ujung Galuh didesain dengan gaya eksklusif dan berbeda dengan jembatan lainnya. Wali Kota perempuan pertama di Surabaya ini mengaku mendesain sendiri dengan dibantu oleh tim organisasi perangkat daerah terkait.
"Kalau ide, saya sendiri. Kami selalu mendesain berbeda pada setiap jembatan. Jembatan juga kita manfaatkan untuk wisata di pinggir sungai," ujar Risma sembari tersenyum, saat meninjau jembatan itu pada 6 Maret 2018.
Risma tinjau Jembatan Ujung Galuh. (Foto: Phaksy Sukowati/kumparan)
Risma meninjau Jembatan Ujung Galuh (Foto: Dishub Surabaya)
Risma meninjau Jembatan Ujung Galuh (Foto: Dishub Surabaya)
Risma meninjau Jembatan Ujung Galuh (Foto: Dishub Surabaya)
Jembatan ini memiliki panjang 46,43 meter dan lebar 9 meter. Jembatan ini dilengkapi trotoar lebar untuk pejalan kaki. Jembatan kian cantik dengan dua taman hijau dan jalan inspeksi. Jembatan ini juga dilengkapi traffic light dan kamera pengawas.
ADVERTISEMENT
Pada malam hari, jembatan ini memancarkan cahaya ungu yang instagramable.
Lalu mengapa nama Ujung Galuh dipilih Risma? Ini tak lain karena Ujung Galuh adalah nama kota Surabaya di masa keemasan Majapahit.
"Nama lama di Surabaya. Kalau dengar Kerajaan Majapahit Ujung Galuh itu ya lokasinya di Surabaya," kata Risma.
Ujung Galuh juga lokasi terjadinya peristiwa pergelutan antara suro (ikan hiu) dan boyo (buaya) yang kemudian menjadi cikal bakal kota Surabaya. Selain itu Ujung Galuh pada masa Majapahit juga sering menjadi tambatannya perahu dan kapal. Pernah juga menjadi saksi perang dengan Kerajaan Tar-Tar.
Jembatan Ujung Galuh akan diresmikan Risma pada awal Mei 2018. Pada Selasa (24/4/2018), dilakukan uji beban pada jembatan itu.
Uji kemampuan Jembatan Ujung Galuh. (Foto: Phaksy Sukowati/kumparan)
ADVERTISEMENT
Proses pengerjaan jembatan bisa disaksikan di video yang di-posting Dishub Surabaya di akun Instagramnya:
Loading Instagram...
Banyak warga Surabaya yang telah menjadikan Jembatan Ujung Galuh sebagai lokasi berfoto ria:
Loading Instagram...
Loading Instagram...
Loading Instagram...
Loading Instagram...
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan