Pencarian populer

Mengurai Hal-hal yang Dipersoalkan Jerinx ke Via Vallen

Ilustrasi musik koplo. (Foto: kumparan)

Drummer Superman is Dead (SID), I Gede Ari Astina alias Jerinx mencuri perhatian warganet. Jerinx mengunggah foto dia sedang memegang buku berjudul ‘Kekerasan Budaya Pasca 1965’ karya Wijaya Herlambang.

Dalam unggahan itu, Jerinx menyeret penyanyi inisial VV yang menurutnya tak mengerti soal makna lagu ‘Sunset di Tanah Anarki’ milik SID. Belakangan diketahui VV yang dimaksud Jerinx itu adalah Via Vallen.

“Serangan” ke Via Vallen bukan asal-asalan. Bagi Jerinx, Via punya nama besar di dunia musik koplo saat ini. Dengan begitu, satu sentilan saja dia percaya akan berdampak besar.

“Kenapa saya cuma serang satu penyanyi? Karena untuk tipe penyanyi genre tersebut, dia yang paling terkenal. Dan imbasnya bakalan besar,” kata Jerinx dalam unggahan di Instagram, Senin (12/11).

‘Sunset di Tanah Anarki’ memang salah satu karya SID kebanggaan Jerinx. Indikasinya, 2016 lalu Jerinx mengunggah sebuah foto cukilan lirik ‘Sunset di Tanah Anarki’ yang ada di Novel Tan karya Hendri Teja.

Serangan dari Jerinx pun mendapat respons dari Via. Meski akhirnya meminta maaf, dia sempat membantah segala tuduhan. Termasuk anggapan bahwa dia memperkaya diri dari lagu milik orang lain.

“Dengan segala kerendahan hati, saya mohon maaf kepada pihak mas Jerinx selaku pemilik SID jika memang selama ini tidak berkenan lagunya saya pakai untuk bernyanyi di atas panggung off air dengan irama musik dangdut yang menurut mas merusak ruh dari lagu tersebut,” ujar Via dalam keterangannya, Minggu (11/11).

Permintaan maaf Via bukan akhir dari perseturuan. Hingga Kamis (29/11), diketahui Via dan Jerinx belum duduk bersama menyelesaikan permasalahan.

Jika melihat aksi panggung Via Vallen yang diunggah ke YouTube, maka memang beberapa kali membawakan ‘Sunset di Tanah Anarki’. Contohnya, unggahan di kanal YouTube ndayu park pada 2014 lalu. Kala itu, Via melanggamkan ‘Sunset di Tanah Anarki’ di sebuah acara. Lagu itu pun membuat semua penonton yang hadir ikut bergoyang.

Berdasarkan unggahan di YouTube, ternyata bukan hanya Via Vallen penyanyi koplo yang kerap menyulap lagu dari genre lain. Temuan itu pun membuat kumparan menelusuri lebih jauh fenomena sulap-menyulap lagu ke dalam genre koplo.

kumparan memilih lima biduan dangdut dan koplo untuk dijadikan sampel. Kelima penyanyi itu dipilih berdasarkan jumlah pendengar terbanyak di layanan streaming musik, Spotify. Lima nama itu yakni Via Vallen, Nella Kharisma, Jihan Audy, Siti Badriah, dan Inul Daratista.

Setelah mendapatkan lima nama, kumparan beralih ke YouTube. Di YouTube, kumparan mengkurasi satu per satu aksi panggung dari setiap nama biduan dengan menggunakan kata kunci nama mereka masing-masing.

Video yang kumparan pilih merupakan aksi panggung yang diunggah akun siapa pun di YouTube dalam rentang waktu 1 Januari 2018 - 21 November 2018, pukul 11.20 WIB.

Hasilnya, kumparan menemukan beragam lagu dari berbagai genre yang dinyanyikan kembali dengan gaya koplo. Tentu dari penelusuran itu, jumlah lagu yang didendangkan kelima biduan tersebut memiliki perbedaan.

Setelah memperoleh data di atas, kumparan beralih ke layanan streaming lagu, iTunes. iTunes dipilih untuk mengkurasi jumlah album pribadi dan single lagu dari kelima biduan.

Data yang diperoleh dari YouTube dan iTunes tersebut menjadi bahan pembanding antara lagu yang dinyanyikan di panggung dengan lagu yang ada di album pribadi mereka. Hasilnya, sebagian besar lagu yang dibawakan kelima biduan itu saat berada di panggung adalah lagu yang tidak ada di album mereka.

Nella Kharisma menjadi biduan koplo dengan jumlah aksi panggung terbanyak jika dibanding empat penyanyi lain. Berdasarkan penelusuran di YouTube dengan kata kunci Nella Kharisma, terdapat 99 video aksi panggung Nella. Dari keseluruhan penampilan itu, Nella hanya menyanyikan 29 lagu dari 253 lagu yang ada di albumnya.

Sedangkan Via, menyanyikan tujuh lagu dari 113 judul yang bersumber dari iTunes. Tujuh lagu yang dibawakan Via itu berada di antara 46 penampilan panggungnya.

kumparan juga mewawancarai beberapa narasumber untuk menguatkan data dan berbagai temuan. Mulai dari peneliti sejarah dangdut Sulaiman Harahap hingga pengamat musik Bens Leo. Selain itu, Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM Freddy Harris dan ‘Raja Koplo’ Sodiq ‘Monata’ juga memperkaya ulasan kumparan.

Simak cerita selengkapnya dalam topik Orisinalitas Koplo.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: