kumparan
20 Apr 2019 10:53 WIB

Menkominfo: KPU Sudah Kerja Keras, Masih Dilempar Hoaks

Menkominfo Rudiantara saat menjawab pertanyaan wartawan. Foto: Nugroho Sejati/kumparan
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menyambangi kantor KPU untuk memantau penghitungan suara yang dilakukan di kantor KPU. Rudiantara meminta agar semua pihak tak menyebarkan hoaks terkait KPU.
ADVERTISEMENT
Menurutnya, KPU sejauh ini sudah bekerja keras untuk mewujudkan pemilu serentak yang berlangsung pada 17 April kemarin. KPU hingga saat ini masih melakukan proses penghitungan suara.
"Kominfo dan KPU juga mempunyai satgas yang memerangi hoaks yang terutama ditujukan kepada KPU. KPU kan lembaga yang memang independen untuk menyelenggarakan pemilu. Ya kita hormatilah. Jangan bikin hoaks-hoaks yang ke arah KPU. Kita hormati teman-teman, kasihan sudah kerja keras masih dilempar-lempar hoaks juga," ujar Rudiantara saat ditemui di Kantor KPU, Jakarta, Sabtu (20/4).
Rudiantara tak menampik serangan hoaks masih ada. Bahkan, serangan hoaks pada awal bulan April ini tercatat lebih tinggi daripada bulan sebelumnya.
Dia juga menyebut hoaks terkait pilpres masih terus bergulir. Padahal, proses pencoblosan telah selesai dilakukan.
ADVERTISEMENT
"Saya berharap menurun, tapi ternyata tidak. Masih ada terus gitu. Bahkan pilpresnya sudah selesai tanggal 17 kemarin, pileg sudah selesai 17 kemarin, tapi kita itu identifikasi masih ada yang berkaitan dengan pilpres," kata Rudiantara.
"Kalau kita bandingkan 17 pertama bulan Maret dan 17 hari pertama bulan April, itu lebih banyak April," lanjutnya.
Dia meminta agar semua pihak sama-sama menjaga KPU dalam melakukan penghitungan suara. Jangan malah menyebarkan hoaks kepada KPU yang tengah bekerja keras.
"Jadi kita jaga sama-sama. Jangan kirimkan hoaks terutama yang ditujukan kepada KPU, kita jaga sama-sama KPU untuk melakukan perhitungan," imbuhnya.
Dia juga meminta agar semua pihak tidak memanaskan suasana dengan perolehan hasil sementara. Rudiantara meminta agar semua pihak menunggu hasil resmi yang akan dikeluarkan oleh pihak KPU.
ADVERTISEMENT
"Ya biar bagaimanapun kita harus tunggu yang legitimate angkanya yaitu dari hasil perhitungan KPU," tutupnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan