kumparan
6 Des 2018 18:49 WIB

Menlu Retno Kecam Penembakan Pekerja Trans Papua

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi di Hotel Courtyard, Bali, Rabu (5/12). (Foto: Darin Atiandina/kumparan)
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyesalkan tragedi penembakan mati pekerja PT Istaka Karya oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang terjadi di Kabupaten Nduga, Papua. Ia mengecam keras aksi tersebut.
ADVERTISEMENT
“Kita sangat mengecam dengan keras tindakan tersebut,” ujar Retno usai melakukan pertemuan bilateral dengan 8 negara di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Kamis (6/12).
Menurut Retno, aksi penembakan yang menewaskan 19 masyarapat sipil dan 1 anggota TNI tersebut sebagai tindakan yang tidak dapat diterima.
“Tindakan tersebut merupakan satu hal yang sangat tidak dapat diterima, apalagi menyasar kepada innocent citizen,” kata Retno.
Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Masudi berbicara saat konferensi pers di Forum Demokrasi Bali ke-11 di Nusa Dua, Bali. (Foto: AFP/SONNY TUMBELAKA)
Pada kesempatan tersebut Menlu perempuan pertama di Indonesia ini turut mengucapkan duka cita mendalam kepada keluarga korban penembakan.
“Saya ingin mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya terhadap para korban dan keluarga korban yang meninggal dunia akibat dari serangan yang dilakukan,” kata dia.
Selain Retno, ucapan bela sungkawa atas peristiwa di Papua, disampaikan pula oleh Menlu Papua Nugini, Rimbink Pato.
ADVERTISEMENT
Pato mengharapkan agar investigasi secara seksama dapat segera dilakukan untuk membawa para pelaku mempertanggungjawabkan perbuatan mereka sesuai dengan hukum yang berlaku.
Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi berikan keterangan pers. (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)
“Saya mengucapkan belasungkawa atas nama rakyat dan pemerintahan Papua Nugini untuk mereka yang kehilangan keluarganya,” ujar Pato.
“Papua Nugini bersama dengan pemerintah dan rakyat indonesia untuk mengadili untuk pelaku penembakan yang bersangkutan,” lanjutnya lagi.
Sebelumnya, sebanyak 20 orang yang terdiri dari 19 pekerja PT Istaka Karya dan satu anggota TNI, tewas di Papua setelah ditembak oleh KKB pimpinan Egianus Kogoya. Mereka merupakan pekerja yang tengah membangun jembatan Trans Papua, Habema-Mugi, Kabupaten Nduga, Papua.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian menjelaskan, motif mereka menyerang tak lain alasan menunjukkan eksistensi hingga masalah ekonomi.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan