kumparan
22 Mar 2018 14:51 WIB

Menyapa Desy Marlina, Perempuan Berhijab Pemilik 115 Anjing di Lombok

Desy Marlina memberi minum anjing. (Foto: Facebook/Desy Marlina )
Desy Marlina, wanita berhijab asal Lombok, Nusa Tenggara Barat, menjadi malaikat bagi anjing dan kucing yang telantar di jalanan. Dia mengadopsi dan memberi makan anjing dan kucing yang kelaparan.
ADVERTISEMENT
Namun aksi Desy justru memicu perdebatan di lingkungannya maupun di media sosial.
Kepada kumparan (kumparan.com) Desy menceritakan kecintaannya terhadap anjing dan kucing sudah muncul sejak ia kecil. Kepeduliannya terhadap binatang sudah diajarkan oleh kedua orang tua dan neneknya.
"Sudah turun temurun yah suka dengan binatang, diajarkan oleh nenek kakek dan orang tua untuk sayang dengan binatang," ujar Desy saat dihubungi oleh kumparan, Kamis (22/3).
Bermula dari ajaran orang tuanya, Desy lalu cita-cita untuk selalu memberi makan anjing dan kucing. Hal tersebut mulai dia realisasikan saat ia lulus SMA pada tahun 1999.
Desy yang saat itu bekerja sebagai sales produk mie instan mengatakan bila ada kemasan mie yang rusak, ia akan sisihkan dan diberikan pada anjing-anjing yang telantar di jalan.
ADVERTISEMENT
"Jadi mie yang remuk atau kadarluasa kan ditarik tuh sama pabrik, bungkusnya di retur ke pabrik, isinya saya ambil. Malamnya mienya saya rendam, lalu ketika pagi saya sebarkan ke pinggir jalan ke mana saya pergi," ujar Desy.
Sejak saat itu, aksinya mulai menuai pro dan kontra, dari yang mendukung karena menganggap Desy mencintai makhluk Tuhan, hingga banyak yang menghujatnya habis-habisan sampai berkomentar kasar karena menganggap Desy melecehkan agama.
"Waktu itu ada orang komentar di depan saya bilang 'tuh liat perempuan percuma mau sembayang seperti apa entar ujung-ujungnya kebakar di nereka, kebakar dengan anjing dan banyak kommentar lainnya" ujarnya.
Meski banyak menuai komentar negatif tentang dirinya, Desy tidak mempedulikannya dan tetap fokus pada tujuan baiknya untuk menolong anjing dan kucing yang telantar di jalan.
ADVERTISEMENT
"Dulu saya nangis dapat komentar seperti itu, tapi lama-lama sudah biasa aja," ucapnya.
Desy juga banyak mangadopsi anjing dan kucing, hingga kini ia memelihara 49 kucing dan 115 anjing. Hewan-hewan itu didapatkan Desy dari jalanan dalam kondisi menyedihkan dan tak terurus.
“Anjing-anjing ini saya dapat di jalan. Kadang dalam kondisi sakit seperti buta atau luka, saya bawa ke rumah. Mereka diobati dan kalau sudah sembuh saya rawat. Kalau mati juga saya kubur selayaknya manusia,” Desy.
Tak hanya memelihara dan memberi makan pada anjing yang telantar, wanita yang berusia 35 tahun ini juga mempunyai misi untuk mengurangi populasi anjing dan kucing dengan cara dibius lalu disteril.
"Kita hanya ingin menekan populasi bukan menyetop populasi, misal dari 100 anjing yang tersterilkan, ada tiga anjing yang kita tidak sterilkan. Jadi kita bisa menekan populasi dengan cara steril, mereka masih bisa berkembang namun tak banyak" ungkap Desy.
Desy Marlina. (Foto: Facebook Desy Marlina )
Menurut Desy populasi anjing yang terlalu berlebihan di sana justru membahayakan untuk anjing sendiri. Mereka bisa terancan dibunuh oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.
ADVERTISEMENT
Desy mengaku biaya yang ia keluarkan untuk hewan-hewan tersebut murni dari dirinya sendiri. Uang tersebut ia kumpulkan dari hasil berjualan.
"Jadi dari keuntungan jualan online saya pakai untuk bayar dokter kalau anjing sakit, makanannya, dan lain-lain," pungkas Desy.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan