Pencarian populer

Milisi Suriah Rilis Video Jurnalis Jepang dan Italia yang Disandera

Jumpei Yasuda, Jurnalis Jepang yang disandera di Suriah. (Foto: AFP/Jiji Press)

Dua jurnalis Jepang dan Italia yang dinyatakan hilang di Suriah muncul dalam video yang dirilis baru-baru ini. Mereka diduga disandera kelompok milisi yang berafiliasi dengan al-Qaeda sejak 2015 dan 2016.

Diberitakan AFP, Jumpei Yasuda asal Jepang dan Alessandro Sandrini dari Italia muncul dalam dua video berbeda yang diterima organisasi intelijen SITE pada Rabu (1/8). Di Youtube, video tersebut juga diunggah media Jepang, Kyodo.

Dalam video tersebut, terlihat keduanya berlutut di depan kamera, mengenakan pakaian khas sandera berwarna oranye dengan dua orang bertopeng membawa senapan di belakangnya.

Keduanya diduga diculik oleh Al-Nusra Front, kelompok bersenjata yang berafiliasi dengan al-Qaeda di Suriah. Jumpei diculik di utara Suriah pada 2015 sedangkan Sandrini diculik di Turki pada 2016 lalu dibawa ke Suriah.

Video

Dalam video tertanggal 25 Juli itu, Jumpei memperkenalkan dirinya sebagai warga Korea, tapi berbicara bahasa Jepang. Jumpei yang kini berjenggot mengaku dalam kondisi yang buruk dan meminta pertolongan.

"Hari ini 25 Juli 2016. Saya berada di kondisi yang sangat parah. Tolong saya sekarang," kata Yasuda.

Sementara Sandrini mengatakan video dirinya diambil pada 19 Juli. Dia juga meminta pertolongan agar dibebaskan.

Jumpei menjadi wartawan untuk pemberitaan Timur Tengah sejak awal 2000-an. Dia pernah jadi korban sandera di Irak pada 2004 dengan tiga jurnalis Jepang lainnya, namun berhasil bebas dengan bantuan ulama setempat.

Jumpei Yasuda, Jurnalis Jepang yang disandera di Suriah. (Foto: AFP/Jiji Press)

Jumpei datang ke Suriah untuk meliput soal jurnalis Kenji Goto yang dieksekusi mati oleh ISIS.

Pemerintah Jepang mengaku telah melakukan berbagai upaya untuk pembebasan Jumpei, namun menolak merinci lebih lanjut.

"Tanggung jawab terbesar pemerintah saat ini adalah melindungi keselamatan warga Jepang," kata juru bicara pemerintah Jepang Yoshihide Suga. "Kami melakukan upaya keras melalui berbagai jaringan informasi."

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.57