kumparan
20 Des 2018 11:53 WIB

Moeldoko Minta Demokrat Ungkap Institusi Siluman Perusak Baliho Partai

Kepala KSP Moeldoko di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (31/10/2018). (Foto: Ema Fitriyani/kumparan)
Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) TNI Moeldoko meminta Partai Demokrat menyebut siapa institusi siluman yang dituding menggerakkan massa untuk merusak atribut partai di Riau. Menurutnya, hal itu lebih baik daripada memunculkan istilah baru yang justru membuat bingung.
ADVERTISEMENT
"Saya pikir begitu (harus diungkap), enggak usah mengembangkan istilah institusi silumanlah. Kita tidak mengenal dalam ketatanegaraan istilah siluman itu," kata Moeldoko di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta, Kamis (20/12).
"Jangan mengembangkan istilah baru nanti bingung semua kita. Kalau memang ada ya sudah tangkap saja," tambahnya.
Moeldoko juga mengimbau pihak kepolisian untuk terlibat aktif mengungkap pelaku di balik pengerusakan tersebut. Sehingga, jangan sampai ada saling tuding soal masalah ini.
Bendera Partai Demokrat Dirobek di Pekanbaru, Riau. (Foto: Twitter/@AgusYudhoyono)
"Aparat kepolisian juga harus bekerja keras untuk itu. Sehingga nanti jangan sampai ada terjadi saling ini (berprasangka), dan seterusnya," ujarnya.
Ia juga berharap kasus ini tidak merusak hubungan baik antara Presiden Jokowi dengan Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sebab, sebelumnya wasekjen Demokrat sempat menyebut ada keterlibatan partai penguasa dalam insiden ini.
Bendera Partai Demokrat Dirobek di Pekanbaru, Riau. (Foto: Twitter/@AgusYudhoyono)
"Jadi jangan nanti rusak karena persoalan-persoalan yang sebenarnya dilakukan oleh siapa pun, anak-anak yang di bawah yang kurang memahami secara makro," pungkasnya.
ADVERTISEMENT
Insiden ini berawal saat ratusan baliho dan ribuan bendera Partai Demokrat di Riau dirusak beberapa waktu lalu. Menanggapi hal itu, Sekjen Demokrat Hinca Pandjaitan sebelumnya menyebut pengerusakan itu dilakukan secara terstruktur dan massif oleh institusi siluman.
Bendera Partai Demokrat Dirobek. (Foto: Dok. Partai Demokrat)
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·