kumparan
23 Okt 2018 19:40 WIB

Moeldoko: Pembakaran Bendera Tauhid Jangan Dikaitkan dengan Pemerintah

Moeldoko di Jakarta Convention Center. (Foto: Ferry Fadhlurrahman/kumparan)
Kasus pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid oleh anggota anggota GP Ansor (Banser) di Garut, menuai polemik. Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko meminta masyarakat mempercayakan penyelesaian kepada kepolisian.
ADVERTISEMENT
Selain itu ia mengimbau kepada semua pihak tak mengaitkan peristiwa tersebut dengan pemerintah. "Jangan dikaitkan pemerintah, kontestasi perpolitikan kita, intinya di situ," kata Moeldoko di Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta Pusat, Selasa (23/10).
Moeldoko mengharapkan masyarakat dapat memahami dengan baik peristiwa yang terjadi. Sebab jika tidak, kata dia, situasi bisa semakin tidak kondusif.
"Jangan digiring ke arah yang lain-lain karena peristiwanya menjadi semakin tidak kondusif. Semua masyarakat ingin tenang, ingin menikmati kehidupan yang damai," jelasnya.
Lebih lanjut, Moeldoko menerangkan saat ini pemerintah tengah berupaya mengendalikan keadaan agar tak memicu keriuhan. Ia mengatakan peristiwa pembakaran bendera adalah kejadian antara dua kelompok.
"Kami membatasi untuk situasi ini, jangan memunculkan situasi yang semakin ribet," ujar Moeldoko.
ADVERTISEMENT
"Peristiwa ini kejadian antara dua kelompok, tidak ada keterlibatan negara, tidak ada keterlibatan antara dua kontestasi yang saat ini sedang berjalan, itu harus jelas," pungkasnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·