• 0

Moeldoko: Pimpinan TNI yang Aneh Harus Dikritisi Agar Tak Bablas

Moeldoko: Pimpinan TNI yang Aneh Harus Dikritisi Agar Tak Bablas


Kepala Staf Presiden, Moeldoko

Kepala Staf Presiden, Moeldoko (Foto: REUTERS/Darren Whiteside)
Jelang penyelenggaraan pilkada serentak, Kepala Kantor Staf Presiden Moledoko meminta masyarakat agar tidak sungkan mengkritik pimpinan TNI. Apalagi jika ada pimpinan TNI yang berkelakuan tidak baik.
"Kalau ada pimpinan TNI yang aneh-aneh segera saja dikritisi agar tidak bablas," kata Moeldoko di acara Seminar 'Pilkada Damai 2018' di Gedung Krida Bhakti, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Rabu (24/1).
Dalam acara itu, Moeldoko sempat menceritakan pengalamannya ketika masih menjadi Panglima TNI. Saat itu, Moeldoko menghadapi pemilu yang pesertanya merupakan pensiunan TNI.
"Saat saya jadi Panglima TNI, situasi pemilunya agak kurang baik karena waktu itu ada dua calon. Face to face yaitu satu mantan calon dari TNI sehingga rakyat curiga terhadap TNI," lanjut dia.

Moeldoko di acara seminar Pilkada Damai 2018

Moeldoko di acara seminar Pilkada Damai 2018 (Foto: Ainul Qalbi/kumparan)
Ketika itu Moeldoko langsung menyampaikan sikap politik negara TNI yaitu tidak bisa dipengaruhi dan tak mau dipengaruhi siapapun. Moeldoko juga sempat memberikan ancaman kepada prajurit yang terjun ke dalam politik praktis.
"Pesan dua, jangan coba-coba pengaruhi prajurit saya dalam konteks politik praktis ini, pesan ke prajurit, lu jangan macam-macam," ucap Moeldoko.
Dengan pernyataan itu, maka prajurit akan berada dalam posisi yang netral. Moledoko menyampaikan momentum politik harus dijalani dengan baik.
"Karena itu (pemilu) rutin sebenarnya, enggak usah berpikir berlebihan, berpikir biasa saja," jelas dia.
Namun Moeldoko menyatakan setelah peristiwa 1998 dan reformasi bangsa, masyarakat Indonesia semakin baik dalam berdemokrasi. Sebagai Kepala Kantor Staf Presiden, pemerintah menyatakan terima kasih kepada masyarakat yang telah menginisiasi dan memikirkan agar Pilkada berjalan dengan baik.
"Semua orang berkeinginan tidak hanya pemerintah, semua orang ingin pemilu yang damai. Kita adalah negara yang maju. Pemilu berkualitas tidak ada kecurangan, dilaksanakan KPU dengan jujur dan diawasi Bawaslu dengan baik serta hasilnya diterima masyarakat," tutur Moeldoko.

NewsPolitikPilkada Serentak 2018JakartaTNI

presentation
500

Baca Lainnya