kumparan
24 Okt 2018 15:20 WIB

Moeldoko Soal Banser Bakar Bendera: Sudah Minta Maaf, Sama-sama Islam

Kastaf Presiden Moeldoko di diskusi Leader's Talk di Ruang Serbaguna Kemensetneg, Selasa (9/10/2018). (Foto: Maulana Ramadhan/kumparan)
Seorang pelaku pembakaran bendera Tauhid di Garut telah meminta maaf kepada masyarakat dan umat Islam atas aksinya tersebut, Selasa (23/10).
ADVERTISEMENT
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menilai permintaan maaf tersebut sudah cukup dan meminta agar permasalahan tersebut tidak dipolitisasi.
“Kalau udah minta maaf ya saya pikir ya sudahlah, sama sama orang Islam lah,” kata Moeldoko di Auditorium Gedung 3, Kementerian Sekertariat Negara, Jakarta Pusat, Rabu (24/10).
“Pelakunya sudah minta maaf saya pikir itu sudah selesai, jangan sampai dipolitisasi,” tambahnya lagi.
Menurut Moeldoko aksi pembakaran tersebut murni dilakukan karena perbedaan keyakinan antar organisasi masyarakat dan tidak berkaitan dengan kontestasi politik saat ini.
“Kejadian itu adalah kejadian yang spontanitas dalam suatu situasi antar ormas yang berkaitan dengan keyakinan atas ideologinya,” jelas Moeldoko.
“Jadi tidak ada keterlibatan pemerintah jangan coba-coba tarik pemerintah apalagi menarik dalam konteks kontestasi antar calon,” tambahnya lagi.
ADVERTISEMENT
Moeldoko menegaskan kepada masyarakat untuk tidak terus menerus mengaitkan insiden ini dengan kontestasi politik demi mewujudkan pesta demokrasi yang damai.
“Jangan ditarik ke ranah politik bahwa masyarakat kita tuh ingin tenang damai tentram dalam menghadapi situasi yang agak hangat di pesta demokrasi,” ujar Moeldoko.
“Jadi jangan lagi memuculkan situasi-situasi yang tidak nyaman,” tambahnya lagi.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan