kumparan
24 Jul 2018 13:49 WIB

Mundurnya TGB dari Demokrat dan Teka-teki Cawapres Jokowi

Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang, saat mengunjungi kantor kumparan, Jakarta. (Foto: Abil Achmad Akbar/kumparan)
Kurang dua pekan jelang pendaftaran capres-cawapres pada 4-10 Agustus 2018, peta koalisi di Pilpes 2019 makin mengerucut. Presiden Joko Widodo dan 6 ketua umum partai politik koalisi menyepakati satu nama cawapres pendamping Jokowi.
ADVERTISEMENT
Dalam pertemuan yang berlangsung 3,5 jam dalam suasana makan malam, mereka memastikan ada satu cawapres yang akan diumumkan oleh Presiden Jokowi sebelum masa pendaftaran.
"Kita sepakat kepada Presiden yang mengumumkan ini. Tentang kapan saat beliau mengumumkan, kita cari waktu yang tepat," kata Ketua Umum PPP Romahurmuiy, usai pertemuan kepada kumparan, Senin (24/7).
Pertemuan Jokowi dan koalisi di Istana Bogor, Senin (23/7/2018) malam. (Foto: Dok. Biro Pers Setpres)
Siapa cawapres yang terpilih?
Masih tanda tanya, dan seperti bisa diduga, memicu beragam spekulasi. Salah satunya mengarah pada nama ulama yang juga Gubernur NTB dua periode Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi. Tak berlebihan, karena ada beberapa indikasi yang mengarah pada TGB.
Pertama, soal keputusan besarnya mendukung Jokowi di Pilpres 2019 yang memicu reaksi di internal Partai Demokrat dan kalangan ulama. Kedua, Jokowi pernah menyebut TGB memang dipertimbangkan sebagai salah satu kandidat cawapres.
ADVERTISEMENT
Ketiga, keputusan TGB mengundurkan diri dari Partai Demokrat. TGB menyebut dia mundur karena alasan pribadi, namun elite Demokrat menduga keputusan itu terkait dengan kansnya menjadi cawapres Jokowi.
"Kami mendoakan status beliau sekarang, yakni sebagai ulama nonpartai, akan memberi beliau jalan ke arah karier politik yang lebih baik untuk dipilih sebagai salah satu cawapres Pak Jokowi," ucap Wasekjen Demokrat, Rachland Nashidik.
Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang, saat mengunjungi kantor kumparan, Jakarta. (Foto: Abil Achmad Akbar/kumparan)
Dalam perbincangan saat berkunjung ke kantor kumparan pada Selasa (17/7) lalu, TGB memang secara terbuka mengaharapkan keinginannya tetap bisa berkontribusi untuk negara lewat Pilpres 2019. Meski tak dirinci targetnya.
"Saya secara pribadi ya saya masih ingin berkontribusi selama masih ada umur, ada kesehatan, membangun bangsa, ikut bekerja bersama-sama dengan elemen bangsa yang lain, elemen umat, di mana pun itu, dalam atau luar pemerintah," ucap TGB.
ADVERTISEMENT

Tidak pernah ada bicara tentang jabatan, apapun cawapresnya ini itu, kabinetlah, enggak pernah. Sampai sekarang enggak pernah.

- TGB Zainul Majdi

Lalu apakah benar TGB cawapres yang dipilih Jokowi? Romahurmuziy memberi sinyal bukan. "Itu maunya TGB-ers," canda Romy kepada kumparan.
"Tunggu saja Presiden mengumumkan," imbuhnya.
--------------------------------
Ayo nilai para calon pemimpinmu yang layak menjadi capres-cawapres di Pilpres 2019 di sini.
Bursa Capres Cawapres 2019 (Foto: Muhammad Faisal Nu'man/kumparan)
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·