Nanda Badudu Galang Dana untuk Aksi Mahasiswa, Capai Rp 134 Juta

Aksi mahasiswa yang memprotes sikap DPR dan pemerintah yang mengesahkan beberapa RUU kontroversial, bergulir luas di berbagai daerah. Di Jakarta, aksi yang dimulai sejak Senin (23/9), dipusatkan di depan Gedung DPR.
Adalah Ananda Badudu, eks jurnalis nasional yang juga ambil bagian dalam aksi besar itu dengan cara menggalang dana melalui kampanye di Kitabisa dengan isu 'Dukung Aksi Mahasiswa di Gedung DPR 23-24 Sept'.
Nanda, mulai menggalang dana sejak Minggu (22/9), yang diperuntukkan makanan, minumn, dan mobil komando yang dipakai mahasiswa untuk berdemo.
"Gua mau ngasih suppport moral ke teman-teman yang turun ke jalan, karena gua liat di lingkungan gua sebenarnya banyak yang support isu ini dan mau dukung. Tapi mereka dengan berbagai alasan tak memilih frontal Jadi kita bisa support (dana) dengan anonim," tutur Nanda kepada kumparan, Selasa (24/9).
Ada banyak isu yang dibawa eks punggawa Banda Neira itu, di antaranya desakan membatalkan UU KPK, RUU KUHP, RUU Ketenagakerjaan, UU Sumber Daya Air, RUU Pertanahan, RUU Pertambangan Minerba, UU MD3, serta sahkan RUU PKS, RUU Masyarakat Adat dan RUU Perlindungan Data Pribadi.
Selain itu, desakan batalkan seleksi capim KPK, tolak dwifungsi polisi, selesaikan masalah Papua dengan pendekatan kemanusiaan, dan hentikan operasi korporasi yang merusak sumber agraria.
"Benang merah dari semua isu ini negara yang semakin tidak demokratis dan presiden-DPR adalah aktor utama yang membuat negara tidak demokratis, otoriter."
Nanda menyebut inisiatif galang dana ini pribadi, namun pengelolaannya bersama tim. Semua penggunaan dana diumumkan Nanda melalui media sosial pribadinya.
Tak disangka, dari target Rp 50 juta, kini sudah terkumpul Rp 134 juta. Penggalangan dana akan terus berlangsung sampai DPR periode sekarang habis, 30 September 2019.
Nanda berkoordinasi dengan BEM di berbagai universitas untuk penyaluran dana. Selain itu, dia juga terbuka meminta mahasiswa yang terhambat aksi untuk menghubungi langsung via medsos.
"Sudah keluar untuk makanan, minuman, mobil komando. Sebagian untuk ambulans sudah keluar Rp 22 juta, hari ini stanby dengan tim medis di DPR.
"Ada juga untuk kebutuhan transportasi mahasiswa yang ada kendala ke Jakarta. Jadi banyak yang dihadang di jalan, sementara uang sudah habis. Ini operasi polisi," pungkasnya.

