kumparan
30 Nov 2018 16:52 WIB

Napi Lapas Lambaro Diancam Provokator Pakai Balok Agar Mau Ikut Kabur

Nasir Djamil (Foto: Aria Pradana/kumparan)
Sebanyak 26 dari 113 narapidana yang kabur dari Lapas Lambaro, Aceh, telah ditangkap kembali oleh pihak kepolisian. Para napi tersebut mengaku diancam akan dipukul menggunakan balok jika tidak ikut melarikan diri.
ADVERTISEMENT
Anggota Komisi III Nasir Djamil menduga, kerusuhan diikuti oleh napi melarikan diri di Lapas Aceh sudah direncanakan sejak lama. Namun, menurut Nasir, rencana tersebut gagal diendus oleh petugas keamanan.
“Kenapa saya bilang direncanakan karena dari pengakuan napi yang sudah kembali mereka mengaku yang lari-lari itu mengancam mereka dengan balok, kalau enggak mau keluar dipukul,” kata Nasir, usai sidak ke Lapas, Jumat (30/11).
Suasana lapas Lambaro Aceh pascakerusuhan dan kaburnya narapidana. (Foto: Zuhri/kumparan)
Menurut Nasir, jika aksi tersebut dilakukan secara spontan, seharusnya tidak ada ancaman dan paksaan terhadap sebagian napi untuk kabur. Sebab, Nasir menyebut, meski ada keinginan untuk keluar, beberapa napi sebenarnya tidak ingin ikut kabur.
"Kalau spontan itu tidak ada aba-aba, tidak ada ancaman, mereka lari semuanya keluar,” tambahnya.
Personel aparat kepolisian berjaga-jaga di luar lapas Lambaro, Banda Aceh. (Foto: Zuhri Noviandi/kumparan)
Dalam kunjungan tersebut, Nasir juga meminta kepada Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Aceh, Agus Toyib, untuk mengadakan evaluasi total terhadap Lapas kelas II 1 Lambaro tersebut. Dari evaluasi itu, akan ditentukan apa saja yang harus diperbaiki sehingga kejadian serupa tak terulang.
ADVERTISEMENT
“Kita meminta kepada Kemenkumham Aceh untuk evaluasi total Lapas ini. Dari hasil itu nantinya bisa dilihat apa yang harus dipindahkan, mana yang dipertahankan, dan diperbaiki. Evaluasi ini kita minta agar ke depan tidak terulang lagi,” sebutnya.
Nasir berharap, hasil evaluasi yang dilakukan nantinya bisa memberi perbaikan menyeluruh dan suasana lebih baik dari dalam lapas. Sehingga, pada tahun 2019 tidak terjadi lagi kerusuhan maupun napi yang kabur.
“Mudah-mudahan evaluasi yang dilakukan bisa memberikan yang terbaik. Ada perbaikan menyeluruh sehingga tahun 2019 dan seterusnya tidak ada lagi tindakan terjadi dilakukan oleh napi,” ucapnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·