kumparan
18 Sep 2019 18:27 WIB

Nenek Dian Berterima Kasih ke Puskesmas Cilincing yang Rawat Anaknya

Dian Islamiyati nenek penggendong jasad bayi di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (18/9). Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan
Dian Islamiyati tidak diantar ambulans saat membawa cucunya yang meninggal setelah dilahirkan di Puskesmas Cilincing, Selasa (17/9). Meski begitu ia tetap berterima kasih karena pihak puskesmas telah merawat anaknya, Insani Aura Stefani (17).
ADVERTISEMENT
"Di situ kebetulan tidak ada mobil ambulans untuk jenazah, jadi mungkin tidak ada penawaran. Tapi saya ucapkan ribuan terima kasih untuk Puskesmas Cilincing dengan penanganan anak saya. Begitu baiknya, begitu cepatnya untuk menangani anak saya itu," kata Dian saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (18/9).
Dian Islamiyati nenek penggendong jasad bayi di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (18/9). Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan
Dian mengatakan, anaknya, Aura, saat ini masih dirawat di puskesmas. Meski begitu, kondisi Aura saat ini sudah stabil.
Menurut Dian sebelum membawa jasad cucunya itu, pihak puskesmas sempat bertanya jenis kendaraan yang digunakan untuk mengangkat jasad. Kebetulan saat itu Dian bersama keponakannya mengendarai sepeda motor.
"Ya itu karena ponakan saya bawa motor, tapi dari pihak puskesmas menjelaskan nanti kalau di jalan ada rintangan atau ditilang polisi, ibu tunjukin saja surat kematian dari pihak dokter insyaallah tidak ada apa-apa," kata Dian menirukan pernyataan petugas puskesmas.
ADVERTISEMENT
Namun motor yang digunakan Dian mogok di tengah jalan. Akibatnya ia harus berjalan sejauh 100 meter hingga bertemu Aiptu I Wayan Putu Sumerta, anggota Polsek Cilincing yang tengah mengatur lalu lintas. Dian pun diberikan tumpangan oleh Wayan hingga tiba di rumahnya.
Cucu Dian telah dimakamkan di TPU Malaka sekitar pukul 19.30 WIB di hari yang sama.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan