kumparan
15 Jun 2018 23:48 WIB

Ngabalin: Gus Yahya Berhasil Sampaikan Pesan Perdamaian ke Israel

Gus Yahya di Israel (Foto: Facebook/@TrumanHebrewU )
Istana kembali angkat bicara mengenai kunjungan anggota Wantimpres KH Yahya Staquf ke Israel, yang dipersoalkan oleh berbagai lapisan masyarakat.
ADVERTISEMENT
Staf KSP Ali Mochtar Ngabalin menjelaskan, bahwa undangan dari pihak penyelenggara yakni American Jewish Commiter (AJC) kepada Gus Yahya sudah dilayangkan jauh-jauh hari, sebelum Gus Yahya dilantik sebagai Wantimpres. Dengan demikian, masyarakat diharapkan bisa jernih memandang permasalahan ini.
"Pertama, beliau diundang itu jauh sebelum anggota Wantimpres itu satu. Kedua, undangan itu atas nama pribadi. Sebetulnya kita harus bangga kalau AJC tentu karena kapasitas dan kapabilitasanya harus bangga sebetulnya," ujar Ngabalin di kediaman Airlangga Hartanto di kawasan Widya Chandra, Jakarta Selatan, Jumat (15/6).
Tak hanya itu, secara pribadi, Ngabalin memberikan apresiasi yang tinggi karena Gus Yahya berhasil memberikan pencerahan kepada Israel terkait konsep 'Rahma' dalam agama samawi. Menurutnya, forum-forum informal juga memiliki kekuatan diplomasi yang cukup efektif.
ADVERTISEMENT
Karena bagaimana pun, secara historis jika mau ditilik lebih jauh, Istri pertama Nabi Ibrahim (bapa dari para Nabi) adalah Hajar, yang selama ini kita kenal sebagai ibu dari Ismail As. Sedangkan istri yang kedua adalah Sarah. Ia merupakan ibu dari Ishaq As, cikal bakal dari bangsa Yahudi.
"Dia bicara tentang Rahma. Implisit dia mau bilang kau orang-orang Yahudi punya cinta dan kasih dan rahmat maka dia tidak mungkin memperlakukan orang Islam, Katholik, Protestan (seperti) yang ada di Palestina," jelasnya.
"Kan yang mati itu bukan hanya orang Islam, banyak orang Nasrani. Itu teman-teman di indonesia yang harus tahu bahwa yang dizalimi not for muslim only. Maksud saya, jangan cepat reaksi melihat masalah itu," pungkas Ngabalin.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan