Pencarian populer

Ngabalin ke Prabowo: Siapa Mantan Presiden yang Diinteli, Beri Datanya

Tenaga Ahli Utama KSP Ali Mochtar Ngabalin (28/08/2018). (Foto: Yudhistira Amran Saleh/kumparan)

Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, sempat menyinggung soal intelijen yang menginteli mantan presiden hingga mantan ketua MPR. Prabowo menuturkan seharusnya yang diinteli musuh negara bukan mantan pejabat negara.

Menanggapi pidato tersebut, Tenaga Ahli Utama KSP, Ali Mochtar Ngabalin, meminta Prabowo mengungkap siapa saja mantan pejabat negara yang merasa diinteli. Bahkan, Ngabalin sempat berseloroh saat berbicara seperti itu, Prabowo seperti baru bangun tidur.

"Mungkin Pak Prabowo dalam perjalanan yang panjang, ketiduran dalam mobil jadi kaget. Bangun langsung ngomong yang tidak benar. Siapa yang diinteli, kasih dong datanya," kata Ngabalin di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (15/1).

"Dari kantor ini menurut perintah Bapak Presiden, dari Kantor KSP kami bisa melakukan itu asal kasih data yang akurat, saya orangnya yang bisa melakukan itu," lanjut dia.

Ngabalin meminta Prabowo segera menyebut siapa mantan presiden yang merasa diinteli. Ngabalin sungguh menyesalkan jika pernyataan Prabowo tersebut hanya sebuah kebohongan. Apalagi Prabowo saat ini sedang bertarung di Pilpres 2019.

"Mantan presiden siapa sih yang merasa? Siapa mantan presiden yang merasa diinteli? Jangan, jangan buat bohong, jangan buat berita bohong," ucap Ngabalin.

Prabowo Subianto saat menyampaikan pidato kebangsaan di JCC Senayan, Jakarta, Senin (14/1). (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan )

"Sayang dong kalau berita-berita bohong itu keluar dari mulut, cukup Andi Arieflah (politisi Partai Demokrat). Jangan calon presiden Prabowo bikin berita bohong lagi nanti," sindirnya.

Sebelumnya, dengan gayanya yang berapi-api, Prabowo sempat menyinggung Indonesia harus memiliki badan intelijen yang kuat. Tanpa menyebutkan pihak mana yang dimaksud, Prabowo lalu mengingatkan bahwa intelijen seharusnya mengawasi musuh negara, bukan dalam negeri.

"Kita perlu intel yang unggul dan setia kepada bangsa dan rakyat. Intel itu ngintelin musuh negara, jangan ngintelin... Jangan ngintelin mantan presiden RI. Jangan ngintelin mantan Ketua MPR RI. Jangan ngintelin anaknya proklamator kita. Jangan ngintelin mantan Panglima TNI. Jangan ngintelin ulama-ulama besar kita. Kalau mau intelin mantan Pangkostrad, enggak apa-apa," teriak Prabowo diiringi riuh tepuk tangan pendukung.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Senin,20/05/2019
Imsak04:25
Subuh04:35
Magrib17:47
Isya18:59
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.20