kumparan
26 Apr 2018 8:14 WIB

Old Town Central Hong Kong, Saat East dan West Berjumpa

Old Town Central HK. (Foto: Rini Friastuti/kumparan)
Seorang teman yang merupakan warga asli Hong Kong pernah bercerita, generasi muda sangat menghargai sejarah dan budaya lokal, bahkan jauh lebih baik ketimbang orang tua mereka. Tak heran jika seni dan budaya lokal yang turun temurun masih dapat ditemui di seluruh penjuru Hong Kong.
ADVERTISEMENT
Namun selayaknya generasi muda, para milenials Hong Kong tentu saja melek dengan teknologi, serta seni terkini, terinspirasi dari budaya barat yang masuk ke negara tersebut. Perpaduan yang manis antara keinginan untuk melestarikan budaya sendiri dan memasukkan unsur western di dalamnya, melahirkan sebuah kawasan yang dikenal dengan sebutan Old Town Central.
Terletak di pulau utama Hong Kong, Old Town Central sebenarnya sebuah sudut kota, di mana banyak sekali gedung apartemen tinggi menjulang, tempat warga metropolitan Hong Kong Tinggal. Namun jangan salah, di setiap sudut jalan, Anda akan menemukan banyak sekali destinasi budaya Asia yang bercampur baur dengan budaya hipster yang tentunya sangat memanjakan mata wisatawan.
kumparan bersama rombongan jurnalis diajak oleh Hong Kong Tourism Board untuk mengunjungi destinasi populer ini. Siapa saja yang ingin mengunjungi Hong Kong, harus mampir terlebih dahulu ke Old Town Central, karena banyak sekali spot populer yang tentunya sangat instagrammable.
Old Town Central HK. (Foto: Rini Friastuti/kumparan)
Sebut saja, grafiti berbagai rupa yang menghiasi sejumlah dinding di sepanjang Hollywood Street hingga ke Central Street Art. Mulai dari grafiti abstrak, hingga tokoh terkenal, dapat Anda temui di sini. Dan tentu saja, menjadi lokasi pilihan para wisatawan lokal dan internasional untuk berswafoto.
ADVERTISEMENT
Tak hanya itu, di Hollywood Street Anda juga akan menemukan banyak sekali beragam jenis galeri seni yang akan memanjakan mata wisatawan yang mencintai kultur lokal yang berkolaborasi sangat imbang dengan seni 'kekinian'. Sebut saja Yan Gallery, yang menyajikan lukisan serta ragam seni rupa kontemporer, yang salah satu karyanya adalah menghormati seniman legendaris Hong Kong, Wu Guangzhong.
Ada pula Parkview Art Hong Kong, yang berisikan karya seniman dunia semacam Fernando Botero dan Zao Wou Ki. Di lokasi yang tak berjauhan dapat ditemui La Galerie Paris 1839. Merupakan satu dari sedikit galeri fotografi di Hong Kong yang sangat peduli dengan seni fotografi Asia dan Barat. Angka '1839' merepresentasikan tahun di mana pemerintah Prancis mengakui penemuan Louis Daguerre, yang memperkenalkan fotografi pada dunia.
ADVERTISEMENT
Old Town Central HK. (Foto: Rini Friastuti/kumparan)
Masih di Hollywood Street, budaya Asia yang kental semakin terasa dengan kehadiran Man Mo Temple, sebuah kuil yang berdiri megah di antara galeri seni dan warna-warni grafiti. Dibangun antara tahun 1847 dan 1862, Man Mo Temple dibangun sebagai persembahan untuk Dewa Sastra (Man) dan Dewa Perang (Mo). Hingga kini, masih banyak warga lokal yang datang untuk berdoa, khususnya bagi para orang tua yang menginginkan kesuksesan anak-anak mereka, atau para anak yang mendoakan kesehatan dan kebahagiaan para orang tuanya.
Meski menjadi destinasi religi, namun wisatawan tetap diizinkan untuk masuk dan mengambil foto interior di dalamnya, selama tak mengganggu warga yang ingin beribadah.
Masih di Old Town Central, kali ini kumparan berpidah tempat ke kawasan PoHo, yang terletak antara kawasan SoHo dan Po Hing Fong. Berbeda dengan Hollywood Street yang masih kaya dengan cita rasa budaya lokal, PoHo menjadi spot yang sangat hipster, sangat modern. Di setiap sudut bangunan yang ada di SoHo, Anda dapat menemukan banyak sekali kedai kopi, kedai teh (Tea House), toko roti, dan semua yang berbau pop.
Old Town Central HK. (Foto: Rini Friastuti/kumparan)
Sebut saja, Teakha, sebuah Tea House mungil yang berada di sudut jalan yang menyajikan berbagai jenis teh hingga pastry. Meski tampak kecil di luarnya, namun Teakha amatlah populer, karena ini merupakan salah satu lokasi favorit kaum urban Hong Kong menghabiskan waktunya untuk sekadar menyesapi teh bersama ketenangan, atau mengobrol santai dengan teman atau rekan kerja tanpa harus terganggu dengan hiruk pikuk pusat kota yang selalu ramai.
ADVERTISEMENT
Rata rata, seluruh kedai yang ada di sini, memiliki konsep tersendiri, menambah keunikan masing-masing lokasi. Ada Oldish Cafe, yang menyajikan kopi istimewa sesuai keinginan pelanggan. Interior dalamnya pun sangat menarik hati. Di seluruh dinding, Anda dapat menemukan banyak sekali poster film klasik, diiringi alunan musik ala coffee shop yang mengalun pelan. Cocok sekali untuk Anda yang ingin duduk berlama-lama sambil menyelesaikan buku yang ingin dibaca. A hipster corner for hipster lovers.
Bagi yang sedang berada di Hong Kong, atau berencana untuk belibur ke negara ini, Old Town Central merupakan pilihan tepat bagi wisatawan yang tak hanya ingin menikmati modernitas serta kelezatan kuliner a la Asia, namun juga ingin mengenal lebih jauh kolaborasi manis perpaduan budaya Timur dan Barat yang melebur menjadi satu.​
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·