kumparan
23 Okt 2018 13:11 WIB

Opsi Relokasi Lapangan Tembak: Halim, Cijantung, dan Cibubur

Kondisi lapangan tembak di Senayan. (Foto: Raga Imam/kumparan)
Pusat Pengelola Kompleks (PPK) Gelora Bung Karno (GBK) yang berwenang mengelola Lapangan Tembak Senayan menghadirkan dua opsi sebagai solusi dari insiden peluru nyasar ke Gedung DPR. Dua opsi itu adalah membangun standarisasi lapangan tembak indoor atau merelokasinya ke tempat lain
ADVERTISEMENT
Direktur Utama PPK GBK Winarto mengatakan, jika ingin merelokasi lapangan tembak, perlu perencanaan matang dan keputusan dari Pemprov DKI Jakarta. Winarto mengaku, telah berdiskusi dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait kemungkinan lokasi baru lapangan tembak jika merelokasinya.
“Tentu ada beberapa daerah yang barang kali diduga bisa jadi alternatif seperti Halim, Cijantung, dan Cibubur. Tentu yang masih berada di bawah lingkupnya Pemprov DKI,” kata Winarto di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (23/10).
Menurut Winarto, merelokasi lapangan tembak perlu perencanaan yang matang terkait luas wilayah, tata ruang, dan kewenangan pengelola lapangan tembak yang baru. Dia mengatakan, hal itu juga masih didiskusikan bersama Anies. Di sisi lain, lokasi lapangan tembak di Senayan yang sekarang kurang memadai dari aspek luas wilayah.
ADVERTISEMENT
“Jadi kalau dari luas 2,5 hektar, 5 persennya itu 125 ribu kan, sangat sempit, tidak memadai. Oleh karena itu tentu ini juga membutuhkan bantuan dari Pemprov DKI untuk mencarikan solusi tentang hal ini,” ujarnya.
Retakan kaca jendela di lantai 20 ruang 20.03 milik anggota Fraksi PAN Totok Daryanto diduga dari peluru nyasar dari lapangan tembak. (Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan)
“Ini yang akan dimatangkan. Relokasi ini juga harus ditemukan penggantinya di mana dan luas berapa, kepemilikannya di bawah siapa. Ini yang dicari sekarang. Pak Gubernur siap membantu mencarikan titik relokasinya itu di mana,” imbuh Winarto.
Selain itu, lanjut Winarto, kemungkinan lokasi tempat lapangan tembak yang baru nanti juga akan dibangun dengan desain indoor. Hal itu sebagai upaya agar insiden peluru nyasar tidak terulang kembali.
“(Lapangan tembak) harus dibangun ke depan itu rasanya tidak bisa seperti yang ada di lapangan tembak senayan lagi. Ke depan harus disiapkan fasilitas yang bentuknya indoor, sehingga keamanannya itu terjamin, tidak ada peluru yang bisa keluar dari ruangan itu. Itu yang harus disiapkan,” tutupnya.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan