kumparan
20 Apr 2019 6:36 WIB

Pahlawan Demokrasi yang Gugur saat Kawal Pemilu 2019

Petugas KPPS sedang memperlihatkan surat suara saat melakukakn penghitungan. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Penyelenggaraan Pileg dan Pilpres 2019 menggambarkan kemeriahan pesta demokrasi lima tahunan di Indonesia. Akan tetapi, di balik kemeriahan itu, ada sejumlah kabar duka datang dari pelaksana penyelenggaraan pemilu.
ADVERTISEMENT
Beberapa orang petugas petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di sejumlah daerah meninggal dunia. Selain itu, ada juga anggota Polri yang mengembuskan nafas terakhir saat mengamankan jalannya pemilu.
Beragam penyebab yang mengiringi kepergian mereka untuk selamanya. Namun, mayoritas para petugas itu diduga mengalami kelelahan karena panjangnya rangkaian proses pemungutan suara.
  • 10 Petugas KPPS di Jawa Barat Meninggal
Petugas KPPS sedang melakukan pencatatan dari hasil penghitungan surat suara. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
KPU Jawa Barat menerima laporan ada 10 petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) meninggal dunia. Ketua KPU Jabar Rifqi Ali Mubarok mengatakan, para petugas itu berasal dari Pangandaran, Garut, Tasikmalaya, Purwakarta, dan Ciamis.
Rifqi menyebut petugas KPPS rata-rata meninggal akibat kelelahan. Sebab, mulai dari proses pemungutan hingga penghitungan suara memakan waktu yang cukup lama.
ADVERTISEMENT
"Ada yang sampai pukul 03.00 WIB subuh. Ada juga yang penghitungannya dilanjutkan keesokan hari sampai pukul 12.00 siang," kata Rifqi dalam keterangannya, Jumat (19/4).
Selain kelelahan, ada juga petugas KPPS yang meninggal karena serangan jantung. Dia menduga hal tersebut akibat stres menerima setumpuk tugas selama proses pemungutan hingga penghitungan suara.
"Mereka tertekan karena laporan kekurangan surat suara, mungkin jadi stres. Ini semua akan jadi bahan evaluasi kami," tambah Rifqi.
  • 8 Petugas KPPS di Jatim Meninggal
Pembacaan sumpah anggota KPPS di TPS 08 Foto: Nadia Jovita Injilia Riso/kumparan
Di Jawa Timur, ada delapan anggota KPPS meninggal dunia dan 18 anggota KPPS sakit akibat kecelakaan dan kelelahan saat bertugas saat bertugas melaksanakan Pemilu 2019. Ketua KPU Jatim Choirul Anam mengatakan delapan orang tersebut berasal dari wilayah Jombang, Blitar, Kabupaten Mojokerto, Kota Mojokerto, Kota Malang, Sumenep, Lumajang, dan Probolinggo.
ADVERTISEMENT
Menurutnya, kasus meninggal dan sakitnya anggota KPPS ini perlu menjadi perhatian penting bagi KPU RI. Sebab, kerja anggota KPPS tersebut terbilang mampu memakan waktu lebih dari 24 jam untuk menjaga kelancaran pemilu.
"(Dari kejadian tersebut) berharap agar Pemilu serentak bukan dilaksanakan dalam sehari, melainkan bisa dibagi dalam beberapa periode dalam setahun," kata Choirul kepada kumparan, Jumat (19/4).
9 Polisi Meninggal
Polisi-TNI Siapkan 18.763 Personel Pengamanan Jelang Pemilu 2019. Foto: Dok. Istimewa
Sebanyak 9 anggota Polri gugur dalam melaksanakan tugasnya mengamankan proses pemungutan suara Pemilu 2019. Penyebab 9 personel kepolisian itu gugur beragam, yakni karena kelelahan ketika mengawal dan kecelakaan lalu-lintas.
"Ada sembilan orang anggota Polri yang meninggal dunia saat tugas pengamanan TPS dan pascapenghitungan suara," kata Karo Penmas Divhumas Mabes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo ketika dikonfirmasi kumparan, Jumat (19/4).
ADVERTISEMENT
Adapun, polisi yang meninggal yaitu Dirbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri Brigjen Syaiful Zachri yang gugur akibat serangan jantung dalam tugas pascapemilu di Labuan Bajo, NTT; Panit Subdit II Ekonomi Ditintelkam Polda Kaltim AKP Suratno gugur karena sakit; Bhabinkamtibmas Cilengkrang Polsek Cileunyi Aiptu M. Saepudin gugur karena kelelahan setelah mengawal distribusi kotak suara.
Kemudian, anggota Polresta Sidoarjo Aiptu M. Supri yang gugur saat mengamankan TPS; anggota Polsek Cerme Polres Bondowoso Brigadir Prima Leion Nurman Sasono gugur karena mengalami kecelakaan menuju TPS; anggota Polres Kupang Aipda Stef Pekualu gugur saat pengamanan Pemilu 2019.
Serta anggota Polres Lombok Tengah Bripka Ichwanul Muslimin gugur karena kecelakaan akan apel pengamanan TPS; anggota Brimob Cikarang Brigadir Arif Mustaqim gugur saat pengamanan; dan anggota Polsek Tosari Polres Pasuruan Brigadir Slamet Dardiri gugur dalam kecelakaan saat pengamanan.
ADVERTISEMENT
KPU Janji Beri Santunan ke Keluarga Petugas KPPS yang Gugur
Anggota KPU Ilham Saputra. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
Sejumah kasus KPPS yang meninggal dunia dan sakit juga terjadi di sejumlah wilayah lainnya. KPU berencana memberi santunan kepada para petugas KPPS yang meninggal dalam menjalankan tugasnya mengawal pesta demokrasi tahun ini.
Komisioner KPU Ilham Saputra menyebut tugas KPPS dalam menyelenggarakan Pemilu 2019 sangat berat. Namun, banyak masyarakat yang tak memahaminya.
"Ya nanti orang-orang yang sakit ini bisa kita santunilah. Orang-orang yang meninggal juga kita santuni," ujar Ilham saat ditemui di kantor KPU, Jakarta, Jumat (19/4).
Menurutnya, pekerjaan KPPS yang berat itu memicu kelelahan hingga serangan jantung. KPU belum memberikan data pasti terkait jumlah petugas KPPS yang meninggal.
"Ada kecapekan, ada serangan jantung. Nah ini masyarakat enggak banyak tahu bahwa pekerjaan penyelenggara pemilu sangat berat, sangat maksimal," tuturnya.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, Komisioner KPU lainnya Wahyu Setiawan mengakui tugas KPPS memang menguras energi dan pikiran.

"KPU turut berduka cita yang mendalam. Mereka gugur sebagai pahlawan demokrasi," ucap Wahyu.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan