PAN Bahas Usul Abdul Somad Cawapres Prabowo di Rakernas 6 Agustus

3 Agustus 2018 13:14 WIB
comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Sekjen PAN, Eddy Soeparno. (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Sekjen PAN, Eddy Soeparno. (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
ADVERTISEMENT
Sekjen PAN Eddy Soeparno mengatakan partainya masih belum memutuskan secara resmi koalisi dalam Pilpres 2019 mendatang. Namun, Eddy tak menampik pertemuan antara Gerindra, PAN, PKS dan Demokrat, membuat partainya makin yakin berkoalisi dengan kubu Prabowo Subianto.
ADVERTISEMENT
"Mudah-mudahan apa yang kita bahas ini sudah bisa mengerucutkan sikap politik PAN, agar nanti dalam rakernas tanggal 6-7 Agustus nanti, tinggal memutuskan arah politik kita," ujar Eddy usai mengikuti diskusi di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Pusat, Jumat (3/8).
Sampai saat ini Eddy menegaskan partainya masih membangun komunikasi dengan semua partai, sehingga arah koalisi PAN masih bisa bergabung dengan partai koalisi pendukung Joko Widodo.
"Kita solid dengan semua partai kok, komunikasi dengan semua partai, baik dengan yang sering ketemu maupun yang dengan partai-partai yang sudah menyatakan dukungan kepada pasangan A ataupun B," tuturnya.
Ustaz Abdul Somad di Banda Aceh (Foto: Zuhri Noviandi/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Ustaz Abdul Somad di Banda Aceh (Foto: Zuhri Noviandi/kumparan)
Selain itu, Eddy mengungkapkan ada sejumlah nama kandidat capres dan cawapres yang nantinya akan dibahas dalam rakernas. Ia menyebut ada Ketum PAN, Zulkifli Hasan, Ketum Gerindra Prabowo Subianto, dan sejumlah nama kandidat lain.
ADVERTISEMENT
Eddy mengatakan PAN juga akan membahas rekomendasi Ijtima Ulama soal kandidat di Pilpres 2019. Salah satunya, Ustaz Abdul Somad.
"Pak Abdul Somad, karena kita memanggap beliau representasi umat yang baik dan beliau tokoh yang dikenal di kalangan anak muda. Bahkan popularitas beliau, ceramah-ceramahnya disalurkan melalui youtube, milenial zaman sekarang," katanya.
Namun, jika nantinya Abdul Somad menolak, PAN akan menghormati pilihan tersebut. "Kita juga memahami kalau akhirnya memutuskan tidak maju dalam kontestasi pilpres mendatang, karena beliau mungkin akan melanjutkan dakwah sebagai ulama dan tidak ingin masuk ke politik," tutup Eddy.