kumparan
12 Feb 2019 15:33 WIB

Panelis Jelaskan Alasan Suhaimi Tak Lolos Seleksi Cawagub DKI

Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi Foto: Moh Fajri/kumparan
PKS dan Gerindra telah menyetujui Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu menjadi cawagub yang akan diajukan ke Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Seleksi oleh empat panelis itu menyisakan Abdurrahman Suhaimi. Apa alasannya?
ADVERTISEMENT
Salah satu panelis sekaligus pengamat politik Ubedilah Badrum menjelaskan mengapa Ketua Fraksi PKS DPRD DKI itu diputuskan tak lolos fit and proper test. Menurut dia, sebenarnya Suhaimi mempunyai kelebihan, tetapi masih kalah unggul dari Agung dan Syaikhu.
“Sebetulnya datanya ada semua di panelis dengan narasi yang panjang. Tapi kami tidak boleh membongkar hal-hal yang sifatnya sensitif. Tapi secara umum beliau di DPRD dan banyak latar belakang agama dan lain-lain yang pernah diikuti juga banyak," kata Ubedilah saat dihubungi, Selasa (12/2).
"Tapi saya kira banyak yang kalau diurai itu intinya Suhaimi itu punya kelebihan, tapi kalau dibanding dengan kedua (Agung dan Syaikhu) yang lain, kelemahannya mereka lebih sedikit,” lanjutnya.
Ubedilah mengatakan, sosok cawagub harus siap dalam segala hal, khususnya dalam mengatasi berbagai permasalahan di DKI. Selain itu, sebagai panelis mereka sepakat calon pendamping Anies harus mampu mengambil risiko.
ADVERTISEMENT
“Kalau orang yang landai-landai saja dalam pekerjaan, tidak pernah ada tantangan-tantangan berat dalam menghadapi risiko, kami melihat lebih baik milih mereka yang menghadapi pekerjaannya di berat. Kira-kira begitu,” ujar dia.
Ia memastikan Agung dan Syaikhu yang direkomendasikan sudah disetujui oleh semua panelis. Sehingga, ia berharap proses selanjutnya dapat segera ditindaklanjuti, dengan mengirim dua nama tersebut ke Anies dan DPRD DKI untuk dipilih satu nama.
Meski begitu, Ubedilah tidak menampik dua calon yang direkomendasikan masih memiliki catatan-catatan yang harus diperbaiki. Namun, ia enggan membeberkan catatan yang dimaksud.
“Kalau soal kelemahan personal itu biarin menjadi rahasia partai politik. Kan enggak ada manusia yang sempurna. Tapi dari antaranya mana yang kelemahan-kelemahannya paling sedikit. Mereka punya pengalaman bekerja berat dan mampu mengatasi persoalan. Saya kira kelemahan itu perlu disempurnakan oleh parpol,” tutup Ubedilah.
ADVERTISEMENT
Pengumuman dua nama cawagub yang dilakukan DPW PKS DKI direspons Gerindra dengan kurang baik. Mereka menilai pengumuman PKS itu dilakukan terburu-buru, dan tanpa persetujuan Gerindra.
Ketua DPD Gerindra DKI M. Taufik juga belum meneken persetujuan nama Agung dan Syaikhu, dan berencana bertemu PKS sebelum benar-benar diserahkan ke Anies.Panelis Jelaskan Suhaimi Tak Lolos Fit and Proper Test Cawagub DKI.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan