kumparan
15 Feb 2019 10:30 WIB

Parlemen Inggris Kembali Tolak Solusi Brexit PM Theresa May

Parlemen Inggris Foto: Reuters/Hannah McKay
Perdana Menteri Theresa May kembali menelan pil pahit setelah parlemen kembali menolak solusi Inggris keluar dari Uni Eropa (Brexit) yang diajukannya. Penolakan ini terjadi selang sebulan sebelum Inggris benar-benar harus keluar dari Uni Eropa.
ADVERTISEMENT
Seperti diberitakan AFP, penolakan ini terwujud dalam mosi parlemen di London pada Kamis (16/2). Voting yang tidak mengikat ini seharusnya jadi bentuk penegasan dukungan parlemen atas kesepakatan negosiasi May pada Januari lalu, tapi ternyata berujung buruk.
Sebanyak 303 anggota parlemen menolak mendukung kesepakatan May dengan Uni Eropa soal perbatasan Irlandia Utara. Hanya 258 yang menyetujuinya. Anggota parlemen yang pro-Brexit bahkan ramai-ramai menyatakan abstain.
Dalam kesepakatan bulan lalu, May dan Uni Eropa setuju melanjutkan perundingan soal nasib perbatasan Irlandia Utara jika Inggris keluar dari Uni Eropa. Dengan mekanisme "backstop", nantinya tidak ada pagar perbatasan bagi barang-barang yang masuk ke Irlandia Utara dari Uni Eropa.
Theresa May. Foto: REUTERS/Peter Nicholls
Para penentang langkah ini khawatir backstop hanya membuat Inggris terperangkap dalam aturan dagang Uni Eropa tanpa bisa keluar lagi.
ADVERTISEMENT
Menurut pemimpin oposisi Jeremy Corbin, kekalahan May dalam voting pekan ini menunjukkan mayoritas parlemen tidak setuju dengan langkah pemerintah soal Brexit.
Parlemen menuding May mengulur waktu dengan berbagai mosi agar jika dekat tenggat waktu Brexit, anggota dewan merasa terpojok dan terpaksa menyetujuinya.
Jika Inggris tidak juga menyepakati cara mereka keluar dari Uni Eropa pada 29 Maret 2019, maka negara itu bisa menggelar pemilu untuk menentukan pemimpin baru atau melakukan referendum ulangan.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan