Pencarian populer

PDIP Tanggapi Kritikan JK: Biasa, Masukan untuk Perbaikan

Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto dalam konferensi pers DPP PDIP di Jakarta, Selasa (29/1). (Foto: Nugroho Sejati/kumparan)

Wakil Presiden Jusuf Kalla melontarkan sejumlah kritik ke internal pemerintahannya sendiri. Kritikan tersebut antara lain, pembangunan proyek LRT yang dinilai tak efesien dan terlalu mahal, kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) soal DP (down payment) 0 persen terhadap kredit pembelian kendaraan bermotor hingga dukungan sejumlah alumni perguruan tinggi ke Jokowi.

Menanggapi hal itu, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, kritikan atau berbeda pandangan di dalam kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo adalah hal biasa. Menurut Hasto, kritikan JK tentu akan dijadikan masukan yang berharga dan perbaikan kepada kinerja menteri-menteri di kabinet.

“Di kabinet biasa terjadi, dalam keluarga saja, biasa ada debat. Apalagi dalam kabinet. Tapi sekali diambil keputusan, semua taat. Di situ, sehingga buat Pak JK, memberikan masukan-masukan ya ini kan untuk perbaikan-perbaikan menteri,” ujar Hasto dalam jumpa pers di Jalan HOS Cokroaminito nomor 113, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (29/1).

Wapres JK di Pembukaan IPS Forum di JCC, Jakarta. (Foto: Dok. Setwapres)

Yang jelas, lanjut Hasto, ketika Presiden Jokowi mendapat kritikan, tidak ada satu barang pun yang melayang atau dilempar.

“Tapi ketika orang mengkritik itu kan enggak ada handphone yang terbang di kepemimpinan Pak Jokowi. Ya itu yang penting,” tutup Hasto.

Sebelumnya, di beberapa kesempatan JK sempat melontarkan kritikan untuk internal pemerintahannya. Kritikan yang dilontarkan JK terkait masalah infrastruktrur, seperti pembangunan LRT yang dianggap telalu mahal dan tidak efisien.

Selain itu, JK juga mengkritik kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang memberlakukan DP (down payment) 0 persen bagi pembelian kredit sepeda motor. Menurut JK, DP 0 persen dikhawatirkan akan akan menimbulkan kredit macet dan memicu kemiskinan baru di kalangan masyarkat.

JK juga ikut mengomentari sejumlah alumni perguruan tinggi yang mendukung Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019. JK berpendapat, memberikan dukungan kepada Jokowi-Ma'ruf tak harus membawa nama institusi atau lembaga pendidikan tertentu.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.53