kumparan
13 Apr 2019 15:35 WIB

Pemilu Rasa Lebaran di KBRI Riyadh, Arab Saudi

Suasana Pemilu di KBRI Riyadh, Arab Saudi. Foto: Dok. Budi Marta Saudin
Pemilihan umum selain jadi ajang pencoblosan presiden dan anggota legislatif favorit, ternyata juga jadi momen kebersamaan warga Indonesia di luar negeri. Mereka berkumpul, bersenda gurau, dan berbagi makanan khas nusantara.
ADVERTISEMENT
Hal ini salah satunya terjadi di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh, Arab Saudi, pada hari pencoblosan Jumat (12/4). Ribuan WNI telah berkumpul sejak pagi untuk menggunakan hak suara mereka di KBRI yang terletak di kompleks diplomatik.
WNI di Saudi, Budi Marta Saudin, mengatakan para pemilih telah datang sejak pukul enam pagi. TPS sendiri dibuka hingga pukul 12 tengah malam, untuk memfasilitasi seluruh WNI yang ingin mencoblos.
Suasana Pemilu di KBRI Riyadh, Arab Saudi. Foto: Dok. Budi Marta Saudin
"Pukul setengah 9 pintu KBRI dibuka. Jumlah warga sangat banyak, antrean sangat panjang. Saling dorong terjadi. Akhirnya kompleks Kedutaan ditutup oleh tentara Saudi," kata Budi saat dihubungi kumparan, Sabtu (13/4).
Budi mengatakan situasi sempat kacau karena terjadi saling dorong di antrean. Pintu KBRI baru dibuka lagi setelah salat Jumat dan pencoblosan dilakukan. Banyak yg datang sedari pagi namun baru bisa mencoblos sore atau malam harinya.
ADVERTISEMENT
Ada 8 TPS yang tersebar di Riyadh. Di kota-kota besar Saudi lainnya seperti Makkah, Jeddah, dan Madinah, pilprea dilakukan serentak pada Jumat. Namun, kata Budi, di kota-kota kecil pilpres telah dilakukan duluan.
Warga Indonesia berduyun- duyun datang dengan mobil pribadi dan bus ke kompleks KBRI Riyadh. Mereka terdiri dari satu keluarga, ayah, ibu, dan anak-anak. Ada juga rombongan tenaga kerja Indonesia (TKI) yang sengaja menyewa bus.
Suasana Pemilu di KBRI Riyadh, Arab Saudi. Foto: Dok. Budi Marta Saudin
Kendati padat sekali, namun menurut Budi atmosfer yang tercipta di antara WNI penuh dengan keakraban dan kekeluargaan. Naluri satu bangsa dan negara menyatukan WNI di luar negeri kendati tidak saling kenal.
"Situasinya sama seperti lebaran kalau di kampung," kata lulusan Fakultas Pendidikan Bahasa Arab di King Saud University, Riyadh, ini.
ADVERTISEMENT
"Ada beberapa orang yang bagi-bagi makanan, nasi kuning dengan lauk telur ceplok, dikasih sambal timun, dibagikan gratis," lanjut dia lagi.
Para WNI juga membuka bazaar yang menual barang-barang dan makanan khas tanah air, semakin membuat suasana seperti lebaran di Indonesia. Budi mengatakan, persaudaraan rakyat Indonesia terasa kental sekali pada pilpres di Riyadh, tidak peduli siapa pilihan presidennya.
"Keakraban dan kekeluargaan sangat terasa. Kami melihat ada beberapa timses, tapi karena sama-sama WNI di negeri orang, jadi mereka bersenyum sapa. Saya teringat suasana lebaran, ramai kumpul dengan tetangga, bersalaman," ujar Budi.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan