kumparan
24 Apr 2018 16:24 WIB

Pemkot Surabaya Akan Evaluasi 20 Jembatan Tua

Risma meninjau Jembatan Ujung Galuh (Foto: Dishub Surabaya)
Pemerintah Kota Surabaya lewat Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Pematusan (DPUBMP) tidak hanya berfokus pada evaluasi jembatan baru seperti Jembatan Ujung Galuh. Rencananya, DPUBMP akan menganalisis kondisi terakhir 20 jembatan tua di Surabaya dalam beberapa waktu mendatang.
ADVERTISEMENT
Kasus ambruknya Jembatan Widang Babat-Tuban pekan lalu rupanya menjadi peringatan pihak dinas terkait. Pasalnya, Surabaya juga memiliki banyak jembatan tua, bahkan sisa peninggalan Belanda. Beberapa di antaranya masih berdiri dan beroperasi hingga saat ini.
"Jembatan yang lifetime-nya lama itu yang kami rencanakan akan lakukan analisa. Terutama jembatan yang berdiri sisa peninggalan Belanda," ujar Kabid Perancangan dan Pengawasan DPUBMP Surabaya, Ridlo Noor Wahab, saat uji beban Jembatan Ujung Galuh, Selasa (24/4).
Ridlo mengungkapkan, secara teknis, Pemkot Surabaya kembali akan bekerja sama dengan Tim Lab ITS untuk menyurvei dan mendokumentasi kondisi ketahanan jembatan. Hanya saja, upaya tersebut akan dilakukan secara bertahap dengan menitikberatkan kepada jembatan yang dinilai paling kuno dan pemakaian lama.
ADVERTISEMENT
"Kita lihat urgensinya dulu. Kita juga akan siapkan internal dan eksternal. Yang pasti kita tetap membutuhkan tim dari ITS sebagai dokumentatornya," ujar Ridlo.
Jembatan Kartini Surabaya ditutup. (Foto: Dok. Dishub Surabaya)
Saat ini ada tiga jembatan yang jadi perhatian DPUBMP Surabaya yaitu Jembatan Ahmad Jaiz, Jembatan BAT, dan Jembatan Genteng. Sedangkan terkait waktu pengujian, Ridlo mengaku belum memastikan. Pasalnya, waktu pengerjaan juga harus menyesuaikan dengan Tim Lab ITS dan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan dinas terkait lainnya.
Menurut Ridlo, DPUBMP Surabaya tidak akan langsung merenovasi jembatan tua yang ada di kota itu. Namun, kondisi dan temuan kerusakan akan dicatat terlebih dahulu.
"Teknisnya tentunya tidak seperti jembatan Ujung Galuh yang masih baru langsung diberikan pembebanan dengan tonase besar. Tapi kita mendokumentasikan dulu dengan beban yang wajar. Jadi terprediksi daya tahan dalam beberapa waktu ke depan," urainya.
ADVERTISEMENT
Bila ditemui adanya data yang menunjukkan kerawanan maka, DPUBMP Surabaya segera mempersiapkan proyek untuk perbaikan. "Lebih pada pengetesan dulu pada usia jembatan yang lebih dari 20 tahun. Kalau penambalan atau perbaikan kita ikuti rekomendasi atas hasil analisa tim laboratorium," ujarnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan