kumparan
31 Agu 2019 10:25 WIB

Pemprov Jatim Kirim Bantuan Logistik ke Jayapura

Gubenur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di KRI dr Soeharso, Koarmada II, Surabaya, Sabtu (31/8). Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan
Kondisi di Jayapura, Papua, yang belum kondusif membuat aktivitas perekonomian lumpuh. Beberapa pedagang juga belum membuka tokonya.
ADVERTISEMENT
Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama beberapa universitas dan ormas keagamaan mengirim bantuan logistik untuk warga dan aparat keamanan ke Jayapura pada Sabtu (31/8).
Bahan pokok tersebut di antaranya beras, minyak goreng, gula, biskuit, kopi, teh, dan mie instan. Logistik ini disalurkan menggunakan KRI dr Soeharso.
“Bahwa beberapa toko masih tutup pasti kebutuhan logistik mendesak untuk mendapatkan pemenuhan. Maka beberapa elemen ada perguruan tinggi ITS, Universitas dr Soetomo, ormas NU, LDII, kami sendiri dari Pemprov bersama-sama jajaran Koarmada II di sini membantu saudara-saudara kita yang mengalami kendala untuk bisa memenuhi kebutuhan logistik mereka,” ujar Gubernur Jatim, Khofifah, di KRI dr Soeharso, Koarmada II, Surabaya, Sabtu (31/8).
“Ini misi kemanusiaan dan misi bangun persatuan bangun persaudaraan,” imbuhnya.
Gubenur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa usai meninjau KRI dr Soeharso, Koarmada II, Surabaya, Sabtu (31/8). Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan
Khofifah menyebut, Pemprov tak hanya memberikan bantuan logistik, melainkan juga memberikan layanan kesehatan.
ADVERTISEMENT
“Bahwa di kapal dr Soeharso disiapkan layanan kesehatan termasuk di dalamnya ada para dokter dan dokter spesialis. Ini juga sesungguhnya menberikan support terhadap kemungkinan maksimalisasi layanan terhadap rumah sakit daerah,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Khofifah juga berpesan kepada warga Papua, khususnya warga Jatim di Papua, untuk tetap tenang serta menjaga komunikasi dan persaudaraan.
“Saya ingin mengajak saudara kita dari Jatim yang ada di Jayapura, Manokwari, Sorong, seluruh Provinsi Papua dan Papua Barat, saya ingin mengajak mereka terus menjaga ketenangan, mengkomunikasikan dengan saudara yang lain bahwa persaudaraan kita ini tetap terjaga,” tandas Khofifah.
KRI dr Soeharso, Koarmada II, Surabaya, Sabtu (31/8). Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan
Di tempat yang sama, Kadiskesal, Laksma TNI Dr. IDG Nalendra, menyebut ada 77 dokter dan 5 ruangan operasi yang siap untuk melayani kesehatan warga dan aparat di Jayapura. Ia mengatakan KRI tersebut bakal sampai di Jayapura pada 5 hari mendatang.
ADVERTISEMENT
“Untuk obat-obatan kita sudah menyiapkan satu bulan tapi kebutuhan itu bisa kita dorong jika nanti membutuhkan,” terangnya.
“Tujuannya adalah kita membantu peran kesehatan fungsi wilayah, juga mereka ada dampak seperti itu, pasti ada rasa takut. Nah kita support dalam bentuk layanan kesehatan untuk membantu mereka,” tutupnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan