kumparan
15 Sep 2019 16:39 WIB

Pendemo Minta Inggris Lindungi Rakyat Hong Kong dari Penguasa China

Para pengunjuk rasa anti-pemerintah berkumpul di Konsulat Jenderal Inggris di Hong Kong. Foto: Reuters
Aksi demonstrasi kembali digelar oleh massa anti-pemerintah di Hong Kong. Mereka menggelar aksinya di depan Konsulat Inggris di Hong Kong pada Minggu (15/9) waktu setempat.
ADVERTISEMENT
Massa pendemo meminta bekas penguasa koloni Hong Kong itu mendesak China bertanggung jawab atas kebebasan yang telah direnggut di negara kota tersebut.
"Saya berdiri di sini meminta Inggris melindungi hak-hak warga Hong Kong dan mendesak China untuk mengakui bahwa formula satu negara-dua sistem tidak berfungsi," kata salah satu pendemo Jacky Tsang, dikutip dari Reuters, Minggu (15/9).
Para pengunjuk rasa anti-pemerintah berkumpul di Konsulat Jenderal Inggris di Hong Kong. Foto: Reuters
Dalam aksi tersebut, selain membawa poster Ratu Elizabeth dan mengibarkan bendera 'Union Jack', mereka juga menyanyikan lagu kebangsaan Inggris, 'God Save The Queen'.
Protes warga Hong Kong terhadap China ini berawal dari rencana menerapkan undang-undang ekstradisi, yang saat ini sudah dibatalkan. UU itu membuka kemungkinan bagi warga Hong Kong dibawa ke China daratan untuk disidang di sana walaupun Hong Kong sendiri punya sistem peradilan mandiri yang sangat dihormati.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya, pemerintah Inggris mengatakan punya kewajiban hukum untuk memastikan China mematuhi deklarasi 1984 itu.
Para pengunjuk rasa anti-pemerintah berkumpul di Konsulat Jenderal Inggris di Hong Kong. Foto: Reuters
"Deklarasi Bersama itu adalah perjanjian yang mengikat secara hukum antara Inggris dan China dan masih berlaku sampai sekarang, seperti yang berlaku ketika ditandatangani dan disahkan lebih dari 30 tahun lalu," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Inggris pada Juni.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan