kumparan
19 Mar 2019 5:46 WIB

Penembakan di Utrecht Ada Motif Balas Dendam

Suasana di sekitar lokasi penembakan di Utrecht, Belanda, (18/3). Foto: DUIC.NL via REUTERS
Penembakan di Utrecht kemungkinan merupakan balas dendam internal keluarga.
Openbaar Ministerie (Kejaksaan Belanda) memperhitungkan ada motif terorisme, tapi tidak menutup kemungkinan insiden penembakan di Utrecht ada kaitan dengan konflik keluarga, demikian NRC dikutip kumparan Den Haag, Senin petang atau Selasa (19/3) dinihari WIB.
ADVERTISEMENT
Sementara itu kantor berita Turki Anadolu Ajansi (AA) melaporkan bahwa pihaknya telah mengontak keluarga tersangka pelaku Gökmen Tanis, yang menyebutkan bahwa Tanis sebenarnya menembak anggota keluarga dalam trem dan penumpang lain berusaha menolongnya dan ikut tertembak.
Namun kejaksaan Belanda belum bersedia memberi keterangan lebih lanjut selain informasi bahwa nama tersangka Gökmen Tanis sudah tidak asing lagi bagi kejaksaan karena sebelumnya pernah memiliki masalah hukum.
Dalam catatan kejaksaan Belanda, seseorang dengan nama, umur dan tempat tinggal yang sama pernah tersangkut perkara pidana pemerkosaan di Utrecht. Apakah itu adalah orang yang sama, pihak pengadilan, kejaksaan, dan advokat terduga pelaku penembakan tidak bersedia mengkonfirmasi.
Spekulasi yang berkembang di Utrecht bahkan menyebutkan bahwa salah satu korban yang tertembak adalah seseorang yang pernah jadi korban perkosaannya.
ADVERTISEMENT
Selain kasus pemerkosaan, Gökmen Tanis juga diduga terlibat dalam upaya percobaan pembunuhan dan pencurian.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan