Pengakuan Pencuri Bisa Bobol Motor Matik 20 Detik, Sehari 8 Unit

3 Juli 2019 15:21 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Barang bukti sepeda motor hasil pencurian. Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Barang bukti sepeda motor hasil pencurian. Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Pelaku pencurian sepeda motor berinisal AF, GT, dan JS, serta seorang penadah RH ditangkap anggota Polsek Penjaringan di Rawa Buaya, Jakarta Barat. Komplotan pencuri ini selalu mengincar motor matik.
ADVERTISEMENT
Pelaku AF mengaku sengaja mengincar motor matik karena lebih mudah untuk dibobol. Pria 24 tahun itu mengaku hanya butuh waktu kurang dari 20 detik untuk membawa kabur motor incarannya.
“Memang sengaja mengambil motor matik. Lebih gampang. Sebentar doang untuk buka kuncinya, paling 20 detik,” kata AF saat konferensi pers di Mapolsek Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (3/7).
Ilustrasi Pencurian motor. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
AF merupakan residivis kasus yang sama. Ia mendapat ilmu membongkar kunci tersebut secara otodidak. Dengan kemampuannya itu, ia mampu mencuri motor beberapa kali dalam sehari.
“Sehari bisa dapat 7 sampai 8 motor. Iya muter-muter aja lihat terus ambil,” kata AF.
Sementara itu, Kanit Reskrim Penjaringan Kompol Mustakim mengatakan, tersangka yang ditangkap merupakan komplotan pencuri asal Lampung. Mereka menjual hasil curiannya seharga Rp 2 juta.
ADVERTISEMENT
“Uangnya dibagi rata. Dipotong operasional merekalah. Per orang itu dapat Rp 500 ribu sekali aksi,” kata Mustakim.
Untuk menghindari pencurian kembali terjadi, Mustakim mengimbau agar masyarakat menggunakan kunci ganda saat memarkirkan motornya. Bila perlu menambahkan perangkat pelacak atau GPS di kendaraan tersebut.
“Karena beberapa kasus pencurian kita bongkar itu dengan mengikuti GPS yang ada di motor,” ucap Mustakim.
AF, GT dan JS terancam hukuman 7 tahun penjara. Sementara RH sebagai penadah barang curian terancam 5 tahun penjara.