kumparan
25 Agu 2019 14:23 WIB

Penjelasan Dinkes soal Puskesmas Tak Beri Ambulans untuk Jenazah

Puskesmas Cikokol Tangerang. Foto: Maulana Ramadhan/kumparan
Supriyadi, terpaksa menggendong jenazah keponakannya, Husein (8), karena Puskesmas Cikokol, Kota Tangerang, menolak memberikan layanan ambulans, pada Jumat (24/8).
ADVERTISEMENT
Peristiwa itu ramai dibahas di media sosial yang menunjukkan video saat Supriyadi membawa jenazah keluar puskesmas hingga hampir melewati JPO, sebelum akhirnya dibantu warga menggunakan mobil.
Kepala Dinas Kesehatan Tangerang, Dr Liza, angkat bicara atas masalah ini. Dia menjelaskan ambulans di puskesmas itu tidak diperuntukkan membawa jenazah, namun untuk warga yang sakit.
"Kita cerita jadi ambulans tuh apa sebenarnya, pelayanan gimana. Kan beda, pelayanan kesehatan dan kematian beda," ucap Dr Liza kepada kumparan, Minggu (25/8).
Dia menyebut ambulans yang berada di puskesmas dilengkapi fasilitas kedaruratan untuk warga sakit, ada alat-alat kesehatan seperti ventilator, oksigen, dan lainnya.
"Jadi kalau mau dipakai buat jenazah pun, (alat-alat) itu harus dikeluarin. Kan enggak mungkin, itu nempel," ucapnya.
ADVERTISEMENT
Dia juga menyebut puskesmas sudah terbuka mau menerima jenazah yang diduga sudah meninggal saat tiba karena tenggelam di Sungai Cisadane. Saat itu, puskesmas juga sudah menawarkan nomor telepon layanan ambulans di luar puskesmas, meski ternyata gagal.
"Kalau kita enggak peduli, enggak akan dong masuk UGD kita," tuturnya.
Dinkes Tangerang akan menguraikan peristiwa ini secara jelas pada Senin (26/8) besok pukul 10.00 WIB. "Jadi kalau kepala dingin lebih enak. Kalau sekarang malah jadi heboh," pungkasnya.
Puskesmas Cikokol Kota Tangerang. Foto: Maulana Ramadhan/kumparan
Sementara, Wali Kota Tangerang, Arief Wismansyah, langsung menemui keluarga korban dan meminta maaf karena tak dilayani ambulans oleh Puskesmas Cikokol. Dia menyadari ada aturan, namun saat itu mestinya ambulans bisa melayani dulu warga yang butuh.
"Takziah ke keluarga almarhum ananda Husein dan menyampaikan permohon maaf atas kekurangsigapan petugas puskesmas," ucap Arief dalam postingan di Instagram, Minggu (25/8).
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·